Mengaku Lupa dan Tidak Tahu

0
647
MEMBANTAH: M. Ali Hinduan alias Habib memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.
MEMBANTAH: M. Ali Hinduan alias Habib
memberikan keterangan di Pengadilan Negeri
Banyuwangi kemarin.

SEMENTARA itu, Muhamad Ali Hinduan alias Habib, 44, terdakwa kasus pembunuhan dengan korban keluarga Rosan, memilih menjawab lupa dan tidak tahu saat dicerca pertanyaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Hari Utomo dan majelis
hakim yang dipimpin Siyoto SH.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan agenda pemeriksaan terdakwa kemarin (24/9), Habib juga mengingkari keterangan yang pernah disampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Bahkan, sejumlah adegan dalam rekonstruksi yang dilakukan di Polres Banyuwangi 4 Juni 2012 lalu juga tidak diakui. Adegan yang tidak diakui dalam rekonstruksi itu adalah saat kabur setelah membakar mobil Isuzu Panther yang di dalamnya ada Rosan, Siti Jamilah, (istrinya), dan Dery Pradana (anaknya).

“Pulangnya naik motor, yang di depan Haidori dan saya di tengah,” terang Habib. Keterangan itu berbeda dengan rekonstruksi yang dihadiri Habib.

Dalam rekonstruksi, Habib mengaku berada di depan, Haidori di tengah, dan Siwan di belakang. “Yang benar saya di tengah, yang depan Haidori,” cetusnya Saat memberi keterangan dalam persidangan tersebut, Habib sempat menjelaskan kronologis malam berdarah di rumah Rosan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last