Meninggal Dunia setelah Wukuf

0
392
TAHALUL: Para jamaah haji asal Banyuwangi memotong rambut hingga gundul di Tanah Suci Makkah (kiri). Alm. Haji Hasan Ahmad (atas).

KABAR duka menyelimuti jamaah haji asal Kabupaten Banyuwangi. Hasan Ahmad, asal Kecamatan Licin, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar pukul 22.30 WIB setelah melakukan wukuf di Arafah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Almarhum yang sudah sakit sejak proses pemberangkatan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, jenazahnya langsung dikirim ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Khalidiyah di Makkah. “Sekarang istri almarhum beserta tim dokter sedang menjenguk jenazah almarhum,” cetus petugas haji dari Kemenag Banyuwangi, Gufron Mustofa.

Menurut Gufron, almarhum Hasan Ahmad sudah melaksanakan rangkaian ibadah haji. Saat berada di Makkah, almarhum telah melakukan tawaf dan sa’i. Bahkan, almarhum juga ikut wukuf di Arafah dengan cara safari wukuf melalui ambulans.

Almarhum juga telah melakukan lontar jumrah yang diwakili istrinya,” katanya. Kondisi kesehatan Hasan Ahmad asal Kecamatan Licin itu selama melaksanakan haji memang fluktuatif. Saat berangkat dari Banyuwangi, kondisinya baik. Tetapi, mendadak kondisi kesehatannya drop saat berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya Sehingga, almarhum yang masuk kelompok terbang (kloter 73) itu sempat ditinggal rombongan dan menyusul dengan kloter 80.

Setiba di Makkah, kondisi al marhum cukup baik dan bisa berangkat menuju Arafah untuk wukuf meski harus dilakukan dengan cara safari. Sehari setelah melakukan prosesi wukuf sebagai puncak haji, kondisinya kembali drop dan akhirnya meninggal dunia. “Jenazah almarhum dimakamkan hari ini (kemarin),” sebut Gufron Mustofa.

Sementara itu, H. Latif Harun, pembimbing KBIH Sabilillah, Banyuwangi, melaporkan, jenazah Hasan dikebumikan di pemakaman umum Soraya sekitar 20 kilometer utara Makkah. Sebab, pemakaman di tengah kota Jannatul Ma‘la sudah penuh dan kini hanya diperuntukkan bagi warga Arab Saudi. “Pak Hasan sudah resmi berhaji karena saat di Arafah dia menjalani safari wukuf didampingi tim kesehatan Indonesia.

Hajinya sah menurut rukun,” kata Latif. Sementara itu, saat ini jamaah haji Banyuwangi diminta memperhatikan anjuran tidak melontar jumrah di waktu padat agar terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan. Biasanya, waktuwaktu padat lempar jumrah terjadi pada pukul 10.00 hingga 14.00 WAS.

Biasanya jamaah sengaja melempar jumrah ula, wustho dan aqobah, di jam tersebut. Sebab, dianggap afdal. Namun, karena jam-jam tersebut padat, maka jamaah haji Banyuwangi diimbau melempar jumrah pada jam agak longgar, yakni sore hari.

Hal itu demi menghindari kecelakaan antar jamaah. Saat melempar jumrah, jamaah diimbau tidak melempar di lantai dasar. Sebab, biasanya di lantai dasar disesaki jamaah lain. Kondisi Jamarat saat ini lebih baik. Tempat lempar jumrah itu telah dibangun enam lantai dan lebih lebar, sehingga lebih nyaman dalam melempar jumrah. (radar)