Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Menjajal Pengalaman Naik Ojek Laut Selat Bali, Menyusuri Hidup yang Bergantung pada Ombak

menjajal-pengalaman-naik-ojek-laut-selat-bali,-menyusuri-hidup-yang-bergantung-pada-ombak
Menjajal Pengalaman Naik Ojek Laut Selat Bali, Menyusuri Hidup yang Bergantung pada Ombak

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Langit sedikit mendung kala sekumpulan orang tengah menaiki perahu ojek laut di Pantai Meneng, Desa Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/1/2025).

Mereka adalah awak media yang tengah menjajal ojek laut di lokasi tersebut sekaligus melihat langsung kehidupan masyarakat Banyuwangi yang menggantungkan kehidupan mereka ke Selat Bali.

Dari muara sungai yang tenang, perahu perlahan bergerak menyentuh perairan Selat Bali. Sesekali berpapasan dengan perahu kapal lain yang tengah membawa anak buah kapal (ABK) kapal ikan dari berbagai wilayah di Indonesia yang beristirahat di Selat Bali.

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Banyuwangi, Capai 4 Meter

Para ABK hendak turun ke darat untuk beraktivitas, mulai dari belanja hingga jalan-jalan untuk melepas penat selama masa jeda berlayar tersebut.

Gelombang mulai mendera perahu cadik tunggal saat air menabrak gelombang laut. Meski mencoba untuk mengurangi kecepatan, perahu tetap saja merasakan goncangan.

Angin laut bercampur udara dingin karena mendung menyentuh kulit dan terasa menusuk pelan, membawa aroma asin laut yang khas, seolah mengabarkan bahwa perjalanan di atas ombak baru saja dimulai.

“Seru sekali ya, hanya tadi karena ombak agak besar jadi goncangan cukup terasa,” cerita salah satu pewarta lokal, Ayu Lestari.

Baca juga: Banyuwangi Catatkan 290.776 Wisatawan Saat Nataru, Naik 20 Persen Dibanding Tahun Lalu

Perahu terus bergerak dan penumpang disuguhkan berbagai pemandangan menarik. Mulai dari birunya lautan, ciamiknya kapal-kapal ikan yang berjajar, hingga perahu kecil berwarna-warni yang menyegarkan mata.

Di sana, selain pemandangan perahu hingga kapal, pemandangan aktivitas manusia juga cukup menarik untuk diperhatikan, bagaimana masyarakat hidup, bergantung dan menyesuaikan diri dengan kondisi Selat Bali.

Salah satunya pengojek laut, Fikri Firdaus Putra Handata (24) yang telah menjalani profesinya sejak usia yang masih sangat muda, yaitu saat ia masih usia 15 tahun.


 

Page 2

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

QR Code Kompas.com

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app