Normalisasi Drainase, Rutin Gelontor Air Sungai

0
2758

normalisasiBANYUWANGI – Sungai atau saluran air adalah tempat paling rentan untuk membuang sampah. Setiap hari dibersihkan maka selalu setiap hari muncul sampah baru. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi menyadari bahwa penyelesaian masalah ini haruslah dimulai dari akar masalahnya.

Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan menjelaskan, untuk tetap menjaga sungai atau saluran air tetap bersih dari sampah, DKP melakukan susur sungai yang dimaksudkan untuk mencari titik dominan yang dijadikan tempat pembuangan sampah maupun pembuangan limbah tinja ke sungai. Data lokasi RT, RW dan kelurahan akan terus dipantau dan dievaluasi sampai menunjukkan keberhasilan.

Tim ini bergerak secara insidentil sesuai dengan sasaran dan tugas yang telah diprogramkan. Setiap hari, kata Arief, tim normalisasi saluran dan pembuangan air kotor tetap menjaga dan membersihkan sungai yang ada di dalam Kota Banyuwangi. Bersih-bersih sungai itu melibatkan personel pasukan hijau yang mencapai 60 orang.

Mereka harus disiplin di setiap wilayah kerjanya yang meliputi sekitar jembatan Sungai Bagong, Sungai Sobo, Sungai Kebalenan, Sungai Jl Piere Tendean, Sungai Karangbaru, Sungai Wirodayan, sepanjang Sungai Kali Lo, dan Sungai Sukowidi. Di samping itu, terdapat juga tenaga penjaga/pemelihara drainase lingkungan yang bertugas melakukan penggelontoran ota setiap hari.

Loading...

Kota Banyuwangi yang topografi nya miring ke arah pantai memungkinkan menerapkan sistim penggelontoran ini. Dari beberapa sumber air/ dam di hulu kota setiap pagi dilepas air yang mampu menggelontor  berbagai limbah saluran drainase yang ada ditengah – tengah kepadatan kota untuk dibuang ke laut. “Kota Banyuwangi dipecah menjadi tiga jalur penggelontoran sehingga diharapkan saluran drainase-nya tetap lancar,” ungkap Arief.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Punya View Selat Bali, Tol Banyuwangi akan Tonjolkan Arsitektur Khas Kearifan Lokal