sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Arus mudik Lebaran melalui jalur laut mulai terlihat di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Jawa Timur.
Ratusan calon penumpang memadati pelabuhan tersebut untuk menaiki kapal perintis Sabuk Nusantara 91 yang melayani rute menuju wilayah kepulauan.
Kapal yang bersandar di pelabuhan itu tampak diserbu para pemudik pada Rabu (11/3). Mereka memanfaatkan transportasi laut tersebut untuk pulang ke kampung halaman di kawasan kepulauan, terutama menuju Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep.
Meski tahun ini kapal tersebut tidak lagi menjadi bagian dari program mudik gratis, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menggunakan layanan pelayaran tersebut.
Pilih Mudik Lebih Awal
Salah satu pemudik, Hari Kurniawan, warga Sumenep yang bekerja di Bali, mengaku sengaja mudik lebih awal agar terhindar dari kepadatan menjelang Lebaran.
Menurutnya, meskipun tahun ini tidak ada fasilitas penyeberangan gratis, hal tersebut tidak menjadi masalah baginya.
Ia mengaku tetap memilih menggunakan kapal perintis tersebut karena dinilai lebih praktis untuk menuju kampung halaman.
“Saya beli tiket sejak pagi, sekitar pukul 06.00, sekalian membeli tiket untuk perjalanan balik,” kata Hari.
Ia menambahkan, harga tiket kapal perintis tersebut masih tergolong terjangkau bagi para pekerja perantauan.
Untuk sekali perjalanan, penumpang hanya perlu membayar sekitar Rp 30 ribu per orang.
Hampir 500 Penumpang Berangkat
Berdasarkan data dari PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni, jumlah penumpang yang berangkat menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 91 pada pelayaran tersebut mencapai 496 orang.
Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Wangi tepat pukul 08.00 WIB.
Perjalanan laut menuju Pulau Sapeken diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam hingga kapal tiba di pelabuhan tujuan.
Page 2
Page 3
Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi, Budi Sanjoyo, menjelaskan bahwa pada masa angkutan Lebaran tahun ini tersedia lima jadwal pelayaran kapal perintis.
Jadwal tersebut dimulai sejak H-15 hingga hari H Lebaran.
Pelayaran pertama telah dilakukan pada 6 Maret, kemudian dilanjutkan pada 11 Maret, 16 Maret, 17 Maret, dan 19 Maret.
“Untuk tahun ini pelayaran hanya dilayani satu armada, yaitu Sabuk Nusantara 91,” kata Budi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelayaran kapal perintis kali ini menggunakan rute langsung tanpa singgah di pelabuhan lain.
Jika sebelumnya kapal sempat berhenti di Kalianget, kini pelayaran langsung dilakukan dari Banyuwangi menuju Pulau Sapeken.
“Tapi rutenya langsung. Dari Tanjung Wangi ke Pulau Sapeken tanpa singgah ke Kalianget,” jelasnya.
Selain itu, pada tahun ini layanan kapal perintis juga tidak menyediakan program mudik gratis seperti sebelumnya.
Hal tersebut karena program mudik gratis yang biasanya difasilitasi pemerintah daerah dialihkan ke rute lain.
Menurut Budi, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengarahkan program mudik gratis tahun ini melalui jalur pelayaran Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas.
Jumlah Penumpang Mulai Meningkat
Meski tidak lagi gratis, jumlah penumpang kapal perintis pada awal masa angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada pelayaran sebelumnya, jumlah penumpang tercatat sekitar 400 orang.
Sementara pada pelayaran Rabu (11/3) jumlahnya meningkat menjadi 496 penumpang.
“Pelayaran sebelumnya diisi 400 penumpang dan hari ini 496 penumpang. Jadi ada peningkatan,” ujar Budi.
Namun demikian, pihak pelabuhan masih akan memantau perkembangan jumlah penumpang hingga seluruh jadwal pelayaran selesai dilaksanakan.








