Penambang Pasir Sungai Stail Keluhkan Gatal-Gatal

0
908
Pencari pasir di sungai Kalisetail Genteng harus melawan rasa gatal saat mencari pasir di dasar sungai
Pencari pasir di sungai Kalisetail Genteng harus melawan rasa gatal saat mencari pasir di dasar sungai

GENTENG – Pasca turun hujan deras dan debit air di Sungai Kalisetail tinggi, para pencari pasir di atas Bendungan Maron yang menjadi pembatas Desa Setail dan Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng terlihat ramai. Mereka mencari pasir yang menumpuk di dasar sungai.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hanya saja, warga yang mencari pasir itu tidak mudah. Meski terlihat gampang dengan mengumpulkan pasir ke wadah penampungan, ternyata para penambang itu harus melawan rasa gatal-gatal. ‚ÄúPasir lebih banyak setelah banjir itu,” cetus Misnali, 45, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Loading...

Misnali mengaku sehari bisa mengumpulkan pasir sebanyak satu pikap. Untuk mengumpulkan pasir sebanyak itu, tidak hanya menyiapkan alat seperti sekrup atau ayakan, tapi juga harus menyediakan losion anti nyamuk. “Airnya gatal, kita harus menyiapkan losion,” katanya.

Penambang pasir lainnya, Ade Bagus Tirta, 20, mengungkapkan sebelum turun ke sungai biasanya mengolesi seluruh badanya dengan losion. Tapi tidak semua penambang pasir melakukan karena ada yang merasa tidak gatal. “Kalau saya bawa lima sachet losion,” terangnya.

Menyikapi banyaknya penambang pasir yang gatal itu, Kepala Puskemas Genteng Kulon, dr. Yos Hermawan, mengungkapkan kalau yang dialami para penambang pasir itu masih dalam kewajaran.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2