Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Penyeberangan Banyuwangi-Lembar Antre 5 Hari, Sopir Truk Protes ke DPRD

penyeberangan-banyuwangi-lembar-antre-5-hari,-sopir-truk-protes-ke-dprd
Penyeberangan Banyuwangi-Lembar Antre 5 Hari, Sopir Truk Protes ke DPRD

detik.com

Banyuwangi

Antrean penyeberangan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat mencapai 5 hari. Ada ratusan truk yang menumpuk di kantung parkir Tanjungwangi dan Sritanjung.

Pemicu antrean panjang ini karena minimnya kapal yang beroperasi menyeberangkan truk dengan aneka muatan berkapasitas besar itu. Setiap hari hanya ada 3 kapal yang beroperasi di Pelabuhan Tanjungwangi untuk melayani ribuan truk.

Sekitar 20 anggota Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mendatangi kantor DPRD Banyuwangi menuntut penambahan jumlah kapal untuk rute itu dan pengoperasian kembali pelabuhan ASDP Ketapang untuk tujuan Lembar. Mereka juga menuntut penurunan tarif penyeberangan Jangkar-Lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator ASLI Banyuwangi Slamet Barokah menuturkan selisih tarif tiket untuk Jangkar Lembar dan Banyuwangi-Lembar terlampau tinggi antara Rp 900.000 – hingga Rp 1.050.000.

“Banyuwangi-Lembar ini jadi primadona. Kenapa? Karena selain sebagian sopir memang orang Banyuwangi tapi juga tarifnya lebih murah. Untuk rute Banyuwangi-Lembar tarifnya Rp. 3.246.000. Kalau Jangkar-Lembar itu mencapai Rp. 4.217.000 per 1 unit truk,” kata Slamet, Selasa (28/1/2026).

Kedatangan puluhan pengurus ASLI ke kantor DPRD Banyuwangi diharap menjadi pemantik bagi pemilik kebijakan agar bisa merealisasikan sejumlah tuntutan. Hal paling krusial menurut Slamet adalah kembali dioperasikannya dermaga tujuan Lembar di pelabuhan ASDP Ketapang dan penambahan operasional kappa.

“Untuk percepatan mobilisasi armada logistik menuju Pulau Lombok perlu sekali untuk segera dioperasikanya pelabuhan ASDP Ketapang menuju Pelabuhan Lembar karena hingga saat ini keluhan kami sebagai sopir logistik menunggu antrean muatan loading up dan down kapal di pelabuhan tanjungwangi terlalu lama sehingga entrain berhari hari sampai 5 hari bahkan di Jangkar ada yang sampai 1 minggu antreannya,” tegas Slamet.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi I Putu Gede Widiana menuturkan, penyeberangan Jangkar – Lembar tergolong lesu. Bahkan, kata Putu, beberapa pengusaha kapal banyak yang mundur.

“Satu per satu pengusaha kapal mundur, mungkin saat ini hanya dua kapal yang masih beroperasi di Jangkar – Lembar,” ungkapnya.

Menurut Putu, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Jangkar yang melesu itu tentu berpengaruh terhadap beberapa aspek. Bisa jadi para sopir logistik menempuh alternatif lain.

“Kita tentu tidak bisa memaksakan sopir untuk naik kapal di Jangkar, kita pengusaha kapal hanya bisa memilih operator kapal sesuai SOP,” tambah Putu.

Menurutnya, dibukanya kembali rute penyeberangan ketapang – lembar diharapkan dapat kembali meningkatkan volume muatan kapal sehingga pelaku bisnis penyeberangan kembali bergairah.

“Memang dari segi pengusaha, kita lebih baik Ketapang – Lembar. Tetapi, kita sebagai pengusaha kapal tentu sangat senang kita ada jalur baru untuk dibukanya penyeberangan baru,” tutup Putu.

20D

(auh/dpe)