Radarbanyuwangi.id – Para pemuda Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, punya cara sendiri dalam memperingati 1 Muharram 1446 hijriyah. Mereka menggelar tradisi ider bumi dengan berjalan keliling kampung, Rabu (10/7).
Ketua Pemuda Dusun Krajan, Amridho Asha, 30, mengatakan ider bumi ini sudah menjadi tradisi tahunan. Setiap tahun, para pemuda melaksanakannya. “Ini dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, terutama bumi yang kita pijak,” katanya.
Baca Juga: Ini Sebabnya Susu UHT Trending di Twitter, Ternyata Karena Kemarahan Ibu-Ibu yang Satu Ini
Ider bumi ini, kata Amridho, melibatkan arak-arakan tumpeng sayur yang diarak menggunakan sejumlah mobil pikap. Tumpeng sayur tersebut melambangkan kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat. “Sayur-sayur itu melambangkan kesuburan,” jelasnya.
Baca Juga: Deretan 5 Aplikasi Layanan Digital Pemerintah yang Gunakan Akronim Nyeleneh, Bikin yang Baca Jadi Salfok
Usai melakukan ider bumi, terang dia, dilanjutkan dengan tahlil dan kenduri bersama. Acara ini diadakan setelah salat Ashar. “Habis Ashar dilanjut kegiatan tahlil dan kenduri bersama,” ungkapnya.
Amridho menyebut ider bumi ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Momen ini dimanfaatkan untuk berkumpul dan berbagi cerita. “Ini waktu yang baik untuk mempererat silaturahmi antar warga,” katanya.(rei/abi)