Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Profil Bandara YIA Kulon Progo: Infrastruktur Modern Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Yogyakarta

profil-bandara-yia-kulon-progo:-infrastruktur-modern-penggerak-ekonomi-dan-pariwisata-yogyakarta
Profil Bandara YIA Kulon Progo: Infrastruktur Modern Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Yogyakarta

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo menjadi tonggak penting pengembangan transportasi udara di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bandara ini hadir menggantikan peran Bandara Adisutjipto yang sebelumnya mengalami keterbatasan kapasitas.

Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I tersebut mulai beroperasi secara komersial pada 2019 dan diresmikan penuh pada 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

Kehadirannya menjadi bagian dari proyek strategis nasional untuk meningkatkan konektivitas wilayah selatan Pulau Jawa sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Kapasitas Besar dan Fasilitas Modern

Bandara YIA dirancang sebagai bandara modern berstandar internasional dengan kapasitas mencapai 20 juta penumpang per tahun pada tahap pengembangan penuh.

Terminal penumpangnya memiliki luas sekitar 219 ribu meter persegi, menjadikannya salah satu terminal bandara terbesar di Indonesia.

Dari sisi teknis, runway sepanjang sekitar 3.250 meter memungkinkan bandara ini melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380.

Infrastruktur bandara juga dirancang tahan terhadap potensi gempa dan tsunami, mengingat lokasinya berada di kawasan pesisir selatan.

Dengan luas area mencapai sekitar 587 hektare, YIA tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Yogyakarta.

Akses Transportasi Terintegrasi

Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan YIA. Bandara ini terhubung dengan layanan kereta bandara dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju terminal bandara, sehingga memangkas waktu perjalanan penumpang.

Selain kereta, tersedia pula layanan bus DAMRI, shuttle, serta akses jalan nasional Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang mendukung mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.

Integrasi transportasi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik bandara sebagai gerbang utama menuju Yogyakarta dan sekitarnya.

Gerbang Pariwisata dan Ekonomi Baru

Bandara YIA memiliki peran strategis sebagai pintu masuk wisatawan domestik maupun mancanegara menuju destinasi unggulan seperti kawasan Candi Borobudur dan berbagai objek wisata di Yogyakarta serta Jawa Tengah bagian selatan.

Selain pariwisata, keberadaan bandara juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, transportasi, hingga kawasan industri baru di Kulon Progo.

Sumber: Radar Jogja, jawapos.com


Page 2

Profil Bandara YIA Kulon Progo: Infrastruktur Modern Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Yogyakarta

Jumat, 20 Februari 2026 | 00:30 WIB


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo menjadi tonggak penting pengembangan transportasi udara di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bandara ini hadir menggantikan peran Bandara Adisutjipto yang sebelumnya mengalami keterbatasan kapasitas.

Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I tersebut mulai beroperasi secara komersial pada 2019 dan diresmikan penuh pada 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

Kehadirannya menjadi bagian dari proyek strategis nasional untuk meningkatkan konektivitas wilayah selatan Pulau Jawa sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Kapasitas Besar dan Fasilitas Modern

Bandara YIA dirancang sebagai bandara modern berstandar internasional dengan kapasitas mencapai 20 juta penumpang per tahun pada tahap pengembangan penuh.

Terminal penumpangnya memiliki luas sekitar 219 ribu meter persegi, menjadikannya salah satu terminal bandara terbesar di Indonesia.

Dari sisi teknis, runway sepanjang sekitar 3.250 meter memungkinkan bandara ini melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380.

Infrastruktur bandara juga dirancang tahan terhadap potensi gempa dan tsunami, mengingat lokasinya berada di kawasan pesisir selatan.

Dengan luas area mencapai sekitar 587 hektare, YIA tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Yogyakarta.

Akses Transportasi Terintegrasi

Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan YIA. Bandara ini terhubung dengan layanan kereta bandara dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju terminal bandara, sehingga memangkas waktu perjalanan penumpang.

Selain kereta, tersedia pula layanan bus DAMRI, shuttle, serta akses jalan nasional Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang mendukung mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.

Integrasi transportasi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik bandara sebagai gerbang utama menuju Yogyakarta dan sekitarnya.

Gerbang Pariwisata dan Ekonomi Baru

Bandara YIA memiliki peran strategis sebagai pintu masuk wisatawan domestik maupun mancanegara menuju destinasi unggulan seperti kawasan Candi Borobudur dan berbagai objek wisata di Yogyakarta serta Jawa Tengah bagian selatan.

Selain pariwisata, keberadaan bandara juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, transportasi, hingga kawasan industri baru di Kulon Progo.

Sumber: Radar Jogja, jawapos.com