ngopibareng.id
Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya terus berlangsung. Kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses pengangkatan ini. Dengan kondisi ini, proses pengangkatan dipastikan molor dari jadwal yang telah ditentukan.
Perwakilan PT. Buto, perusahan yang melakukan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Jonathan Chandra, mengatakan, saat ini progres pengangkatan bangkai baru sekitar 30 persen. Jumlah kendaraan yang terangkat sudah bertambah dari sebelumnya.
“9 truk dan bagian lambung tengah saja yang sudah terangkat,” jelasnya, Sabtu, 7 Februari 2025.
Dalam proses pengangkatan ini, PT. Buto menerapkan waktu pemotongan dan pengangkatan bangkai di hari yang berbeda. Polanya, tiga hari melakukan pemotongan dan tiga hari melakukan pengangkatan hasil pemotongan.
“Pemotongan dialkukan dari pagi sampe sore,” jelasnya.
Baca Juga
Dia menyebut, rencana awal, kapal yang tenggelam pada 2 Juli 2025 itu akan dipotong menjadi 20 bagian. Seluruh bagian kapal yang berada di kedalaman 56 meter tersebut akan diangkat secara bertahap dan ditempatkan di atas kapal Pioner 88.
“Seluruh bagian kapal yang diangkat kita tempatkan di atas kapal,” ungkapnya.
Untuk proses pengangkatan, ditargetkan bisa diselesaikan selama 20 hari. Namun mengingat kondisi cuaca yang kurang mendukung, khususnya arus yang sangat kencang, akan membuat proses pengangkatan molor.
“Pasti molor,” ujarnya.
Like







