sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyampaikan kabar terbaru mengenai progres pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang, khususnya pada Seksi 2 dan Seksi 3.
Proyek tol yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Provinsi Banten.
Jalan Tol Serang–Panimbang memiliki total panjang 83,67 kilometer dan melintasi empat wilayah administratif, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.
Tol ini dibangun untuk membuka akses menuju kawasan potensial, termasuk sektor pariwisata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Banten.
Tiga Seksi Tol Serang–Panimbang
Secara keseluruhan, Jalan Tol Serang–Panimbang terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer telah lebih dahulu beroperasi dan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi waktu tempuh.
Dengan beroperasinya Seksi 1, waktu perjalanan dari Serang menuju Rangkasbitung yang sebelumnya memakan waktu sekitar 50 menit, kini dapat ditempuh hanya 15 hingga 20 menit.
Sementara itu, Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 kilometer saat ini telah mencapai progres pembangunan 97,09 persen.
BPJT menargetkan seksi ini dapat dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026.
Adapun Seksi 3 Cileles–Panimbang sepanjang 33 kilometer yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kini mencatatkan progres pembangunan sebesar 73,68 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Dorong Penyelesaian Lewat Kolaborasi dan Kebijakan
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum, Triono Junoasmono, menegaskan pentingnya penguatan kebijakan serta kolaborasi antar pemangku kepentingan agar pembangunan tol ini dapat diselesaikan sesuai target.
“Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang harus didorong melalui penguatan kebijakan (policy) serta kolaborasi para pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Triono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta badan usaha jalan tol menjadi kunci utama agar proyek strategis ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Akses ke KEK Tanjung Lesung dan Ujung Kulon
Keberadaan Jalan Tol Serang–Panimbang dinilai strategis karena akan meningkatkan aksesibilitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung serta Taman Nasional Ujung Kulon.
Kedua kawasan tersebut merupakan destinasi unggulan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Page 2
Dengan tersambungnya akses tol, arus wisatawan dan distribusi logistik di wilayah Banten bagian selatan diharapkan semakin lancar.
Hal ini sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan usaha di sepanjang koridor tol.
Tol sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Sekretaris BPJT, Ni Komang, menambahkan bahwa Jalan Tol Serang–Panimbang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui pengembangan rest area sebagai pusat aktivitas ekonomi dan peningkatan daya tarik bagi pengguna jalan tol,” jelasnya.
Keberadaan rest area nantinya diharapkan mampu menjadi etalase produk unggulan daerah serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Perkuat Koordinasi dan Pengawasan Proyek PSN
Kunjungan kerja yang dilakukan BPJT dan Kementerian Pekerjaan Umum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan pengawasan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tol.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Jalan Bebas Hambatan, Bupati Serang, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, serta perwakilan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Wijaya Karya Serang–Panimbang.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, Jalan Tol Serang–Panimbang diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan konektivitas, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten secara berkelanjutan. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyampaikan kabar terbaru mengenai progres pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang, khususnya pada Seksi 2 dan Seksi 3.
Proyek tol yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Provinsi Banten.
Jalan Tol Serang–Panimbang memiliki total panjang 83,67 kilometer dan melintasi empat wilayah administratif, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.
Tol ini dibangun untuk membuka akses menuju kawasan potensial, termasuk sektor pariwisata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Banten.
Tiga Seksi Tol Serang–Panimbang
Secara keseluruhan, Jalan Tol Serang–Panimbang terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer telah lebih dahulu beroperasi dan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi waktu tempuh.
Dengan beroperasinya Seksi 1, waktu perjalanan dari Serang menuju Rangkasbitung yang sebelumnya memakan waktu sekitar 50 menit, kini dapat ditempuh hanya 15 hingga 20 menit.
Sementara itu, Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 kilometer saat ini telah mencapai progres pembangunan 97,09 persen.
BPJT menargetkan seksi ini dapat dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026.
Adapun Seksi 3 Cileles–Panimbang sepanjang 33 kilometer yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kini mencatatkan progres pembangunan sebesar 73,68 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Dorong Penyelesaian Lewat Kolaborasi dan Kebijakan
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum, Triono Junoasmono, menegaskan pentingnya penguatan kebijakan serta kolaborasi antar pemangku kepentingan agar pembangunan tol ini dapat diselesaikan sesuai target.
“Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang harus didorong melalui penguatan kebijakan (policy) serta kolaborasi para pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Triono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta badan usaha jalan tol menjadi kunci utama agar proyek strategis ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Akses ke KEK Tanjung Lesung dan Ujung Kulon
Keberadaan Jalan Tol Serang–Panimbang dinilai strategis karena akan meningkatkan aksesibilitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung serta Taman Nasional Ujung Kulon.
Kedua kawasan tersebut merupakan destinasi unggulan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.








