detik.com
Durian Merah Banyuwangi disoroti gegara mendapatkan status Indikasi Geografis. Buah eksotis ini punya fakta menarik di balik aroma dan rasanya yang kuat.
Durian selama ini identik dengan warna kuning pucat hingga keemasan. Namun, Banyuwangi punya kejutan yang berbeda melalui varietas Durian Merah.
Sesuai namanya, durian ini memiliki daging buah berwarna merah alami, bahkan ada yang tampak bergradasi seperti pelangi. Keunikannya membuat durian ini sering disebut sebagai salah satu durian paling langka di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Durian ini tumbuh secara spesifik di wilayah Banyuwangi, terutama di kawasan lereng Gunung Ijen. Karakter rasa dan aromanya berbeda dari durian pada umumnya.
Baca juga: Muntah Darah Tak Hentikan Semangat Kakek 71 Tahun Penjual Kwetiau Legendaris
Durian merah Banyuwangi memiliki warna merah yang terbentuk secara alami. Foto: Ardian Fanani |
Bagian yang paling mencuri perhatian dari Durian Merah Banyuwangi adalah warna daging buahnya yang merah alami. Warna ini muncul secara genetik, bukan hasil persilangan buatan atau rekayasa.
Intensitas warnanya pun beragam, mulai dari merah muda, merah bata, hingga kemerahan dengan gradasi kekuningan. Jauh berbeda dengan daging buah durian pada umumnya yang biasanya kuning pucat atau kuning keemasan saja.
Penampilan ini membuat Durian Merah juga disebut “durian pelangi”. Sehingga sering jadi buruan kolektor durian dan wisatawan yang penasaran ingin mencicipi durian dengan tampilan tak biasa.
2. Raih Status Indikasi Geografis
Durian Merah Banyuwangi tercatat sebagai durian pertama di Indonesia yang mendapatkan status Indikasi Geografis (IG). Status ini menegaskan durian tersebut hanya bisa disebut Durian Merah Banyuwangi jika benar-benar berasal dari wilayah tertentu di Banyuwangi.
Jadi, penyematan namanya tak bisa diberikan secara sembarangan. Hanya karena warnanya yang merah tetapi jika bukan berasal dari wilayah yang ditunjuk, tak bisa disebut sebagai Durian Merah Banyuwangi.
Indikasi Geografis sekaligus menjadi bentuk perlindungan hukum agar durian tersebut tidak diklaim atau diproduksi sembarangan di daerah lain. Dengan IG, kualitas, cita rasa, dan karakter khas Durian Merah Banyuwangi lebih terjaga.
3. Punya Puluhan Varietas
Meski sama-sama disebut Durian Merah, buah ini ternyata memiliki puluhan varietas. Penelitian mencatat ada sekitar 65 varietas Durian Merah Banyuwangi, masing-masing dengan karakter rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda.
Ada varietas yang rasanya dominan manis, tapi ada pula yang memiliki sentuhan pahit khas durian premium. Teksturnya pun bervariasi, dari lembut creamy hingga agak padat.
Penikmatnya juga dapat memilih karakter Durian Merah Banyuwangi sesuai dengan seleranya. Karakter rasa dan aroma yang beragam juga memperkaya pengalaman mencicipi Durian Merah Banyuwangi.
Kini durian tersebut menjadi komoditas yang dianggap bernilai tinggi. Foto: Putri Akmal/detikcom |
4. Populasinya jadi Komoditas Unggulan
Dulu, Durian Merah Banyuwangi dikenal sangat langka. Namun kini populasinya terus berkembang.
Ribuan pohon telah ditanam, sebagian besar di antaranya pun sudah memasuki usia produktif. Setiap tahun, durian ini mampu menghasilkan ribuan buah.
Harganya bisa jauh lebih mahal dibanding durian biasa, terutama saat musim panen dan permintaan tinggi. Berkat pembudidayaannya yang berjalan baik, kini Durian Merah Banyuwangi berhasil dilirik sebagai komoditas bernilai tinggi.
5. Rasa Kuat dan Aroma Tajam
Soal rasa, Durian Merah Banyuwangi dikenal memiliki aroma tajam khas durian. Namun dengan profil rasa yang lebih kompleks.
Perpaduan manis, gurih, dan sedikit pahit membuatnya digemari banyak penikmat durian. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang ke Banyuwangi hanya untuk menikmati durian merah ini.
Selain itu, durian ini juga mengandung nutrisi seperti vitamin C dan antioksidan. Namun tetap perlu memperhatikan porsi konsumsinya karena kandungan kalori durian cukup tinggi.
Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)










