Ramah Lingkungan, Harga Ungguli Batik Sintetis

0
289
PROSES PENCELUPAN: Peserta pelatihan mempraktikkan cara membatik menggunakan pewarna alami di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat.

Meski menyimpan potensi melimpah, keterampilan membatik menggunakan pewarna alami masih minim. Untuk mengembangkan potensi itu, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) diajari membatik menggunakan pewarna alami.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

A.F. ICHSAN RASYID, Kabat

SEBAGIAN besar industri batik di Banyuwangi masih menggunakan pewarna berbahan kimia. Industri batik yang menggunakan pewarna alami jumlahnya masing sangat minim. Di Banyuwangi, industri batik yang menggunakan pewarna alami baru ada satu, yakni di Desa Kedayunan, Kecamatn Kabat. Di sana diproduksi kain batik menggunakan potensi lokal. Namun, produksi yang dihasilkan masih terbatas untuk melayani pasar lokal.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Jelang Pelantikan Presiden, Pengamanan Selat Bali Diperketat