Sambut Tamu BEC dengan Jazz Festival

0
452

BANYUWANGI – Banyuwangi Jazz Festival (BJF) merupakan even pertama di Banyuwangi. Even ini digagas langsung Bupati Abdullah Azwar Anas sebagai sebuah project yang berusaha memberikan wajah baru The Sunrise of Java. Musik adalah bahasa, dan jazz secara khusus dipilih untuk menceritakan Banyuwangi kepada masyarakat Indonesia dan dunia.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Acara ini digelar sebagai upacara penyambutan para tamu di event kultur Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Humas Festival Banyuwangi Rahmawati Setyoardini menjelaskan, pemerintah daerah sengaja menggelar Banyuwangi Jazz Festival. Musik jazz dipilih karena jazz mewakili kebebasan berekspresi dan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian musikalisas Selain itu, musik jazz juga dipandang punya cara unik dalam berkomunikasi dengan audien.

Loading...

Banyuwangi dengan semangat baru akan menampilkan keunikan dan keunggulan pesona. “Musik jazz kita gelar dan kita kemas dengan sentuhan musik lokal. Tarian gandrung, musik tra disi, dan visual mapping candi akan menjadi latar panggung yang khas dalam pertunjukan ini,” ujar Rahmawati. Perhelatan BJF akan diramaikan sederet musisi yang sudah melanglang buana di dunia musik jazz selama bertahun-tahun.

Ada Syaharini and the Queenfi reworks, Rieka Roslan dan Reza The Groove, Monita Tahalea and Friend. Dan Riza Ar shad sengaja dipilih secara khusus untuk menjadi “penyambung lidah” Banyuwangi kepada Indonesia dan masyarakat internasional. Acara yang dirancang panitia, musik gandrung dan jazz akan kolaborasi dengan seni tari dan musik tradisional bersama Riza Arshad. Syaharini and the Queenfi reworks, Rieka Roslan dan Reza Th e Groove, Monita Tahalea and Friends, akan melakukan kolaborasi. “Banyuwangi Jazz Festival akan menjadi pertunjukan sangat berharga dan berkualitas dunia,” ungkap Rachmawati. (radar)