Serunya Jaranan & Barong

0
5125

”Penonton  tidak takut meski resikonya digigit. Menurut saya ini keseruannya,” kata Linggar Barlianta, salah satu koordinator Barong Family  Banyuwangi.  Dalam pertujukan jaranan yang dimulai sejak pagi hingga sore hari, ada banyak sesi tarian yang disuguhkan kepada penonton.

Di awal pertunjukan, tarian selamat datang atau biasa disebut  dengan wayangan dengan menggunkan  jaran kepang pasti disuguhkan.  Selanjutnya, selepas siang hari tarian yang disguhkan lebih atraktif dengan   sajian tari barong prejengan, kucing-kucingan, celeng-celengan, barong   celathok dan lain sebagainya.

Nah, di akhir pertunjukan setiap  jaranan atau barong di Banyuwangi selalu menyuguhkan sesi macan- macanan dan pitik-pitikan. Sesi terakhir ini adalah sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton  karena selain atraktif, sesi pemain  yang kesurupan di sini lebih galak   dibandingkan sebelum-sebelumnya.

”Jangan mencoba menggoda kalau sesi macan-macanan dimulai, pasti pemainnya akan mengejar dan menggigit. Sesi terakhir ini yang paling  ditunggu-tunggu, makanya selalu full penonton,” jelas Reza Adi Purnomo, penggemar jaranan lainnya.

Sementara itu, ada perbedaan dari   segi tampilan antara jaranan dari Banyuwangi utara dan selatan. Untuk  wilayah Banyuwangi selatan, kesenian   jaranan tampilannya lebih condong ke  jaranan buto. Para pemain kesenian  jaranan buto ini berperawakan tinggi besar, kekar, dan tentunya lebih sangar  dengan memakai kostum mirip  seorang raksasa kuat.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Belasan Desa di Banyuwangi Berstatus Tanggap Darurat Kekeringan