Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Silaturahmi dengan PSSI, Kapolresta Banyuwangi ‘Urun Rembug’ untuk Kemajuan Sepak Bola Daerah – TIMES Banyuwangi

silaturahmi-dengan-pssi,-kapolresta-banyuwangi-‘urun-rembug’-untuk-kemajuan-sepak-bola-daerah-–-times-banyuwangi
Silaturahmi dengan PSSI, Kapolresta Banyuwangi ‘Urun Rembug’ untuk Kemajuan Sepak Bola Daerah – TIMES Banyuwangi

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Upaya membangkitkan kembali kejayaan sepak bola di Banyuwangi, Jawa Timur, terus diperkuat. Terbaru, jajaran pengurus PSSI Banyuwangi melakukan kunjungan silaturahmi ke Mapolresta Banyuwangi untuk menyatukan visi dengan aparat penegak hukum, Rabu (21/1/2026).

Kedatangan rombongan, dipimpin langsung oleh Ketua PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH, MH, disambut hangat oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, S.H., M.H. 

Dalam pertemuan yang berlangsung gayeng, Kombes Pol Rofiq secara khusus memberikan ‘urun rembug’ atau sumbang saran strategis demi kemajuan olahraga si kulit bundar di Bumi Blambangan.

Kapolresta menekankan bahwa terdapat empat variabel penting dalam sebuah pembinaan atlet, termasuk sepak bola. Pertama adalah kompetensi tenaga pendidik atau pelatih. Kedua, perlunya pemetaan peserta didik sesuai kebutuhan untuk mengatur skala prioritas materi.

Audiensi-PSSI-Banyuwangi-a.jpgAudiensi PSSI Banyuwangi dengan Kapolresta Banyuwangi. (FOTO : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

“Jika peserta didik berasal dari kalangan pelajar, maka harus didukung kebijakan dari Dinas Pendidikan. Misalnya, pemberian apresiasi berupa beasiswa bagi mereka yang berprestasi,” ujar Kombes Pol Rofiq.

Variabel ketiga, lanjut Kapolresta, adalah kurikulum yang berkualitas dengan mencontoh akademi sepak bola yang sudah mapan. Sedangkan yang keempat adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Menurutnya, fondasi dan konstruksi latihan harus disusun dengan benar sejak dini.

“Kami siap memberikan dukungan penuh kepada PSSI, termasuk rencana mendatangkan pelatih fisik untuk meningkatkan kualitas atlet,” tegasnya.

Kapolresta yang dikenal religius ini juga mengingatkan agar penyelenggaraan kompetisi jauh dari motivasi kekuasaan, uang, maupun persaingan yang tidak sehat. 

“Kompetisi harus murni untuk perbaikan dan kemajuan. Anak-anak yang terbiasa berkompetisi sejak kecil akan tumbuh dengan jiwa sportivitas tinggi,” tandas Kapolresta Rofiq.

“Modal utamanya adalah fisik yang bagus dan moral yang bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH, MH, menyampaikan apresiasi atas masukan konstruktif dari Kapolresta. Dia menegaskan tekad PSSI untuk mengembalikan marwah sepak bola daerah dengan fokus utama pada pembinaan usia dini.

“Sebagai langkah awal, kami berniat mendatangkan pelatih-pelatih kompeten, khususnya mereka yang memiliki rekam jejak mengelola akademi sepak bola. Kami berkomitmen mengedepankan pembinaan sejak usia dini,” ujar Michael.

Sosok Michael Edy Hariyanto sendiri bukanlah orang baru dalam kancah sepak bola Banyuwangi. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, ini memiliki rekam jejak mentereng dengan berhasil membawa klub kebanggaan masyarakat, Persewangi Banyuwangi, menembus kasta Divisi Utama Liga Indonesia di masa lampau. 

Pengalaman inilah yang ingin dia ukir kembali untuk membenahi manajemen dan prestasi sepak bola daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Michael didampingi oleh Sekretaris PSSI Banyuwangi, Rudi Hartono Latif, serta sejumlah pengurus inti seperti Julisetyo Puji Rahayu, Moh Khoirul Abbas, Fatoni, Hendro, Anang, Fredy Rizki Manunggal, Shandi Sumarsono, hingga Syamsul Arifin alias Mas Bono.

Turut hadir mendampingi Kapolresta Banyuwangi, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi, S.I.K, dan Ps Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi AKP Hadi Iswanto, S.S., M.A.P.

Sinergi antara PSSI dan Polresta Banyuwangi ini diharapkan menjadi katalisator baru bagi lahirnya talenta-talenta emas sepak bola dari ujung timur Pulau Jawa ke kancah nasional maupun internasional. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Ferry Agusta Satrio