Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Suhu Lebih Dingin karena Uap Air

suhuBANYUWANGI – Dua hari terakhir, suhu udara di wilayah Banyuwangi terasa le bih dingin dibanding biasa. Fenomena tersebut ternyata disebabkan hujan yang ke rap melanda Bumi Blambangan. Hujan me ngakibatkan tingginya uap air di atmosfer. Itu ber imbas pada sensasi dingin yang dialami makhluk hidup. Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Yus toto Windiarto mengatakan, sebenarnya saat ini wilayah Banyuwangi sudah memasuki mu sim kemarau.

Namun, selama beberapa hari terakhir, tekanan udara rendah masih ter jadi di atas daratan kabupaten berjuluk Sun rise of Java ini. awan Cumolonimbus (Cb) pun masih kerap muncul. Hal itulah yang menyebabkan hujan Menurut Yustoto, sebenarnya suhu minimum udara di Banyu wangi akhir-akhir ini cenderung normal, yakni 24 derajat Celcius. Pun demikian de ngan suhu udara maksimum yang mencapai 32 derajat Celcius.

Hanya saja, lantaran kandungan uap air di udara cukup ting gi, rasa dingin yang dialami warga seolah semakin tinggi. Yustoto menuturkan, kondisi cuaca di Banyuwangi hari ini (29/5) diprediksi berawan hing ga hujan. Besok (30/5), kon disi cuaca di Bumi Blambangan, khususnya di wilayah ba gian barat dan barat laut, diperkirakan hujan. “Be berapa hari terakhir, awan Cb kerap muncul, sehingga me nye babkan hujan di wilayah Ba nyuwangi,” ujarnya kemarin (28/5).

Yustoto menambahkan, angin diprediksi bertiup dari arah timur dengan kecepatan ber – kisar antara lima kilometer (Km) per jam hingga 32 Km per jam. Dikatakan, prediksi ting gi gelombang signifikan di perairan Se lat Bali antara 0,5 meter sampai 0,8 meter.

Gelombang maksimum di pe rairan yang menghubungkan Pu lau Jawa dan Bali itu berada di kisaran 0,8 meter sampai 1,5 meter. “Sedangkan tinggi gelombang signifikan di Laut Selatan diprediksi 0,5 meter sam pai 1,3 meter. Sementara itu, ting gi gelombang maksimum di Laut Selatan antara 0,8 meter sam pai 2 meter,” pungkasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE