Terkendala Modal dan Promosi

0
385


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MESKI sudah mampu meraup ceruk pasar hingga keseluruh Nusantara, bahkan hingga Eropa, bukan berarti Edi tidak mengalami kendala da lam roda usaha kerajinan biola. Beberapa kendala yang dia hadapi untuk membesarkan usahanya adalah promosi dan permodalan.

Menurut Edi, selama sepuluh tahun menggeluti bisnis penjualanbiola hasil kreasinya, dia hanya menggantungkan promosi dari mulut ke mulut. Karena itu, lajang ini merasa girang saat pihak Pemkab Banyuwangi melalui bagian humas dan protokol memotret biola buatannya untuk ditampilkan di hadapan khalayak luas.

Edi menjelaskan, beberapa wak tu lalu seorang petugas bagian humas dan protokol Pemkab Banyuwangi memotret biola hasil kreasinya. “Katanya, foto biola hasil kreasi kami akan ditampilkan saat pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC Mudah-mudahan dengan bantuan promosi dari pemkab tersebut, usaha saya ini semakin berkembang,” tuturnya.

Namun demikian, Edi ber harap bantuan promosi dari pemerintah tersebut tidak berhenti sampai di situ. Di harapkan, profil dan foto biola ha sil kreativitas putra daerah Banyuwangi itu ditampilkan di situs-situs internet milik Pemkab. Selain promosi, kendala lain yang dihadapi Edi dan kawan-kawan adalah permodalan.

Menurut Sugiharto alias Sugik, selama ini pihaknya hanya membuat biola saat ada pesanan konsumen. Padahal, jika punya cukup modal, dia ingin mengkreasi biola secara kontinu. Sehingga usahanya semakin berkembang. “Tetapi karena kurang modal, kita hanya melayani pesanan. Kalau tidak ada pesanan, kita bekerja di bidang yang lain,” pungkasnya. (radar)