Tiga Raperda Masuk Kotak

0
353
Hermanto

BANYUWANGI – Pembahasan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif yang digagas DPRD Banyuwangi tentang pariwisata, persampahan, dan struktur perusahaan daerah air minum (PDAM) bakal tersendat alias masuk kotak. Sebab, pimpinan DPRD menilai, ketiga raperda itu masih terlalu hijau dan perlu kajian lebih mendalam.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto menyatakan usulan ketiga raperda itu dianggapnya masih kabur. Sejauh ini, dia mengaku belum ada komunikasi antara badan legislasi (banleg) dengan pimpinan DPRD terkait tiga raperda tersebut. Meski begitu, wacana usulan ketiga raperda itu sudah menyebar ke mana-mana.

Padahal untuk membuat sebuah produk hukum seperti raperda itu, diperlukan beberapa kajian yang tidak mudah. Hermanto menuturkan, se buah raperda harus di da- hului dengan proses yang pan jang. Selain perlu kajian pu blik, sebuah raperda juga membutuhkan kajian akademisi dan tinjau lapangan yang memadai. “Makanya aneh tahu-tahu ada raperda usulan dari DPRD.

Loading...

Itu perlu di tinjau dan dikaji lagi,” kata politisi PDIP itu. Hermanto kemudian mencon tohkan keberadaan usulan raperda tentang struktur PDAM. Menurutnya, apakah re levan raperda itu dibahas mengingat keberadaan badan usaha mi lik daerah (BUMD) itu dalam kondisi sehat saat ini. Padahal, keberadaan PDAM di atur dengan peraturan yang lebih khusus lagi.

Meski dalam ope rasional dan pelaksanaan tu gasnya, PDAM berada di wi layah kerja bupati, bisa jadi usu lan raperda struktur PDAM dilakukan saat perusahaan itu dalam kondisi kolaps atau bang krut, dan diperlukan aturan untuk penyelamatan mau pun revitalisasi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2