Tradisi Kupatan, Warga Temuguruh Gelar Festival Grebeg Syawal Sewu Kupat

0
144
Foto: jatimnow

BANYUWANGI – Masyarakat Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi menggelar Pawai Grebeg Syawal Sewu Kupat. Berbagai miniatur bangunan yang disusun dari ribuan ketupat diarak warga ramai-ramai di sepanjang jalan desa, Selasa (11/6/2019).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari jatimnow, meski digelar di bawah terik matahari, tidak menyurutkan antusiasme warga mengukuti pawai. Belasan miniatur masjid, rumah hingga gunungan ketupat diarak dengan diiringi musik tradisional khas Banyuwangi.

Kepala Desa Temuguruh, Asmuni menjelaskan bahwa acara ini telah memasuki tahun ketiga.

“Inisiatifnya berasal dari remaja Desa Temuguruh yang ingin mengangkat tradisi kupatan (makan ketupat) di hari ke-7 Idul,” ujar Asmuni.

Pawai Sewu Kupat dikerjakan bersama oleh seluruh warga. Setiap keluarga ikut berpartisipasi memasak ketupat untuk acara ini. Ribuan ketupat tersebut lalu disusun menjadi belasan bentuk-bentuk dalam ukuran besar.

“Setiap kepala keluarga menyumbang minimal empat ketupat. Lalu dikumpulkan oleh RW dan dijadikan satu tandu untuk diarak. Satu tandu biasanya menghabiskan minimal 400 ketupat,” tutur Asmuni.

Kirab ini pun semakin meriah dengan berbagai kesenian lokal Banyuwangi. Ada karnaval Banyuwangi Ethno Carnival, Barong Banyuwangi, musik tradisional Banyuwangi, hingga pawai pengantin khas Banyuwangi juga ditampilkan.

“Pawainya menarik, sangat menghibur. Yang paling lucu ada penampilan drumband lansia dari warga. Saya tadi ikut berebut ketupat dan lepet, lalu kita makan ramai-ramai,” ungkap Wulan, salah satu penonton.

Foto: jatimnow

Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widyatmoko yang hadir dalam acara tersebut menyatakan apresiasinya atas kreativitas warga Desa Temuguruh. Menurutnya, event ini akan berdampak pada keguyuban warga.

“Ini ide yang bagus, apalagi ini dibuat swadaya oleh masyarakat. Ini akan memupuk persaudaraan dan persatuan serta bisa dicontoh warga di desa-desa lainnya,” ujar Yusuf.

Dia pun berharap agar kegiatan itu terus dilestarikan dan event tersebut terus disempurnakan.

“Atraksi yang menarik sangat menunjang perkembangan wisata Banyuwangi sebagai destinasi wisata nasional,” papar Yusuf.

Di akhir acara, Wabup Yusuf melakukan pemotongan ketupat di salah satu gunungan ketupat yang diikuti dengan ratusan warga lainnya.

Loading...