Transaksi Perdagangan dan Jasa Tertinggi Kecamatan Genteng, Terkecil Licin

0
636

transaksiKekayaan alam Banyuwangi sangat melimpah. Potensi pertanian, perkebunan, kelautan, peternakan, pariwisata, dan pertambangan. Kekayaan Banyuwangi itu harus dikelola secara berkelanjutan (sustainable). Agar  idak hanya memberi manfaat bagi peningkatan PDRB, PAD dan kesejahteraan masyarakat saat ini, tetapi juga memberikan manfaat pula bagi generasi yang akan datang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Berikut hasil penelitian ‘Mapping sentra komoditas unggulan untuk pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Banyuwangi’ yang dilakukan tim peneliti Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Blok Agung, Kecamatan Tegalsari. MEADOWS dan Meadows (dalam Ratnaningsih, M., dkk., 2009) mengingatkan bahwa sumber daya alam jika tidak dikelola secara  berkelanjutan akan terkuras habis, lingkungan menjadi rusak serta menjadi batas pertumbuhan ekonomi.

Suparmoko (2006) menjelaskan bahwa berkelanjutan antara lain berarti eksploitasi sumber daya alam dan mencemari lingkungan, menginvestasikan kembali dalam bentuk sumber daya alam yang dapat diperbarui (SDA), atau pada sumber daya capital buatan manusia (produced asset) atau pun pada sumber daya manusia (SDM). Uraian tersebut memberikan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2011 yang mencapai 7,02 persen dan meningkat pada posisi 7,15 persen pada tahun 2012, masih mempunyai peluang besar untuk terus meningkat.

Dengan syarat pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan. Produksi padi sawah dan ladang tahun 2011 sebesar 852.536 ton (dalam bentuk gabah kering giling) mengalami kenaikan sebesar 10,95 persen dibanding tahun 2010. Produksi padi pada tiga tahun terakhir menunjukkan pola yang meningkat. Tahun 2008 sebesar 752.526 ton, tahun 2009 sebesar 768.339 ton (naik 2,1%), dan tahun 2010 sebesar 852.536 ton (naik 10,95%) (BDA, 2011). Pada tahuntahun mendatang, produksi padi dan komoditas unggulan Banyuwangi lainnya diproyeksikan masih akan terus meningkat. Komoditas unggulan tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi.

Atas dukungan Pemkab Banyuwangi, tim peneliti STAIDA Blok Agung berupaya mengungkap sumber daya alam yang bervariasi antar kecamatan di Banyuwangi, serta permasalahan yang terjadi di setiap kecamatan, adanya ketimpangan antar kecamatan yang terjadi sehingga upaya yang dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada menjadi komoditas potensial.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last