Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

UMKM Ngalap Berkah di “Dwi CFD” Dengat SemangAtt Mandiri dan Merdeka

umkm-ngalap-berkah-di-“dwi-cfd”-dengat-semangatt-mandiri-dan-merdeka
UMKM Ngalap Berkah di “Dwi CFD” Dengat SemangAtt Mandiri dan Merdeka

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Program pemerintah pusat Car Free Day (CFD) mengalami dinamika dan distorsi makna yang memercikan keringat UMKM ke Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. Di Awali sepanjang arus protokol Jalan Jendral Ahmad Yani dasawarsa lalu bergeser ke RTH Blambangan dengan menutup Jalan Dr. Soetomo. Lalu ada inisiator Camat Kota untuk jadikan arena CFD yang biarkan lalu lintas lalu lalang jadi Banyuwangi Creative Market (BCM) sebelum pandemi covid -19 yang diperkuat akte notaris 2023.Perputaran uang per hari minggu bisa tembus 125 juta.

Atas kebijakan Pemkab atas issu revitalisasi RTH Blambangan maka dikembalikan CFD ke Jalan Jendral Ahmad Yani sebatas sekitar 345 M mulai perempatan dekat SDN Brawijaya hingga Kantor Camat Kota melalui surat Asisten Drs. Dwi Yanto dengan utamakan BCM relokasi. Namun hanya separuh yang mau dengan ragam dinamika dan alasan.

“Saya mau pindah asal dapat narasi yang jelas regulasi dan komitmen jangka panjang usaha mandiri ini. Sebab di Blambangan pelanggan dan pembeli organik alami. Namun dari pihak dinas yang hubungi saya tak bisa beri kajian yang transparan dan akuntabel, ” ungkap Fendi Felani yang jual madu murni Bidara & Randu seraya sayangkan dinas kirim utusan sesama pelapak untuk pengaruhi asal pindah. Namun Fendi senang ada “dwi CFD” ada kran usaha buat yang antri di BCM. Diharapkan juga buka CFD pasar lainnya asal tak ada yang dimadu, dianakemaskan atau jadi anak ibu tiri.

Hal senada diungkap Sonhaji yang jual tahu petis bahwasannya untuk buka sentra UMKM dimanapun tanpa ada penggusuran.

“Soal rejeki dimana kita ikhtiar itu urusan Yang Maha Kaya, “ungkapnya.

Sedang Ulfiatuzzahroh yang jual roti Alfina dan kopi makmoer di sekitar toko Rajawali dan Vionata mengaku bersyukur bisa jualan di wilayah RT-nya di Stendo. Selain memperluas relasi pelanggan bisa refresing sesama UMKM.

“Kami produksi aneka bakery dan kue premium dengan bahan kualitas. Ada bloeder dan tawar gandum buat yang diet. Yang biasa pesan lewat medsos, bisa ketemu koki dan pembeli, ” ungkap pemilik HP 081333924441-081249962400 ini tersenyum sembari berdiri ditopang kruk usai kecelakaan kerja saat jadi pemateri buat konsumen signora di Genteng. Ulfi didukung putrinya yang alumni jurusan Boga SMK Sritanjung ini memang biasa membagikan ilmunya diberbagai kesempatan latihan bareng membuat kue.

Media ini hari minggu pamungkas di Bulan Agustus 2025 pukul 05.45 WIB sudah di depan rumah kreatif sebelah Gedung Korpri. Ada persiapan lomba ketangkasan anak TK dan PAUD. Para pelukis dan konveksi juga manata untuk menarik pembeli.Ada yang senam berbagai gerakan difasilitasi Dispora. Pelaku UMKM yang tergabung di AKRAB adakan jalan sehat nuansa merah putih jual kupon sediakan ragam doorprize dengan pelopor Batik Banjarwangi dan Ocha Asesoris gandeng Sound Windoyo dari komunitas peduli disabilitas Aura Lentera. Ada Bank Jatim, perpustakaan, dispenduk, bulog yang buka layanan. Di samping UMKM, yang digilir Dispendik antara lain ada karate SMPN 1 serta gerakan perpaduan pramuka, PMR, UKS, pecinta lingkungan dan literasi jurnalistik SMPN 3 Banyuwangi.

“Kami memang sepertim yang redam ego MGMPS atau senioritas. Ada yang umek kreatif untuk anak didik semua warga sekolah gotongroyong, ” tutur guru Bahasa Indonesia Hairul Waritsin, S. Pd yang dampingi guru muda bikin vlog di stand bazaar daur ulang dan pupuk organik depan STIKOM.

Sebelahnya depan disbudpar ada pengamen akustik dibina Kang Restu Alip ambi Tumenggung Eko. Media ini lalu bergeser ke RTH Blambangan ngopi mocca dan STMJ ketemu pegiat Rumah Kebangsaan seperti Hakim Sa’id, SH, Syech H Ikrom Hasan, Andi Purnama dan Akademisi Herman.

“Aktivitas dagang dan sosialisasi hal positif nong kene wae, ” ungkap Hakim Sa’id sembari nyeruput seduhan barista Novian dijamu pengacara dan menjamu Pol PP seraya bawa dinamika CFD ini ke ranah hukum dan sudah dimintai keterangan penyidik.

Sementara itu para pelapak dan pengunjung adakan lomba agustusan seperti makan krupuk, bawa kelereng dan nyunggih nyiru.
Ketua Komunitas Gotongroyong’45 Aguk Wahyu Nuryadi berharap para pihak termasuk pimpinan DPRD yang telah memfasilitasi RDP untuk serap aspirasi semua pihak untuk kebaikan dan keberkahan bersama dengan nyaman dan berkah penuh kekeluargaan. Saling memberi solusi dengan mediasi setara hingga tak sampai ke pengadilan.

“Bupati perlu tegaskan regulasi CFD sesuai arahan pemerintah pusat mendukung tatanan kabupaten sehat. Jadi ndak keblinger inovatif hingga muncul istilah community & Food Day ataupun CFD Blambangan yang jadi Banyuwangi Creative Market. Kalau bisa pakai kearifan lokal dengan bahasa daerah seperti Osing atau Jawa seperti yang ada di kampung dan deso, “ungkap aktivis yang tergabung di Forum Banyuwangi Sehat dan Forum Pembauran Kebangsaan ini seraya berharap bumi belambangan tetap harum sebagai kabupaten welas asih yang harmoni penuh kedamaian. (AWN/AM/JN-WC)