Warga Desa Balak Gelar Ritual Tumpeng Sewu

0
1842

Warga-Dusun-Tampak-Bayan,-Desa-Balak,-Kecamatan-Songgon-menyantap-nasi-tumpeng-krawu-di-tepi-jalan-raya-kemarin

SONGGON – Warga Desa Balak, Kecamatan Songgon, memiliki tradisi unik menjelang bulan Zulhijah atau Bulan Haji (kalender  Jawa). Mereka menggelar barikan atau selamatan kampung. Dalam tradisi itu setiap keluarga  memasak tumpeng dengan sayur krawu yang dilengkapi lauk-pauk.

Sayur krawu dalam acara itu terdiri atas sayur daun pepaya muda dan daun singkong muda dan dicampur kelapa muda. Selanjutnya, tumpeng beserta sayur itu dibawa ke tepi jalan raya di kampungnya. Mereka menggelar selamatan dan makan bersama  di pinggir jalan. Saking banyaknya  warga yang ikut dalam acara itu, panjang deretannya hingga dua kilometer.

“Ini tradisi tahunan yang  sudah dilaksanakan turun-temurun dalam menyambut datangnya Bulan Haji,” ujar Kepala Desa Balak,  Ribut Santoso. Selamatan itu tidak hanya diikuti warga sekitar, warga luar desa yang  kebetulan sedang melintas diminta berhenti dan diajak makan bersama.

“Selamatan ini selain wujud syukur  kepada Allah SWT juga untuk mempererat silaturahmi antara warga satu desa dengan warga lain yang kebetulan melintas,” katanya. Selamatan yang digelar usai salat Asar dan selesai menjelang magrib  itu digelar secara serentak di setiap dusun di Desa Balak.

Tidak hanya di tepi jalan raya, gang-gang kecil  di desa itu juga dipenuhi warga  yang menggelar selamatan kampung itu. “Ini tradisi yang tidak jauh beda dengan masyarakat Oseng di daerah lain,” terangnya.  Dalam selamatan itu, warga baru  boleh menyantap masakan tumpeng  krawu setelah doa yang dipimpin  pemuka agama melalui  pengeras suara di masjid dan musala dibaca.

“Kegiatannya serentak di satu desa. Tujuannya semoga Desa Balak dijauhkan dari segala jenis bala, marabahaya, dan bencana. Masyarakatnya diberi keselamatan dan kesejahteraan,”  ungkapnya. (radar)