Jadi Korban Tabrak Lari, Dua ABG Tewas & Satu Kritis

1
1736

KALIPURO – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bulusan, Kalipuro. Kali ini, korbannya tiga anak baru gede (ABG)  pengendara sepeda motor Yamaha Vega bernopol P 4745 ZM. Dua ABG meninggal di lokasi kejadian, sedangkan  satu korban masih kritis di  rumah sakit.

Ketiganya celaka setelah menyenggol sepeda motor lalu dilindas mobil dari  arah berlawanan.  Tiga ABG tersebut merupakan korban tabrak lari. Sebab, kendaraan roda empat yang melindas  korban langsung tancap gas ke arah selatan. Ada saksi mata yang menyebut, kendaraan penabrak sejenis truk. Ada juga yang sempat  melihat mobil sejenis Avanza.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, korban tewas adalah Ina Maulina, 15, dan Agustin Anggraini, 15. Sedangkan yang  mengalami gegar otak adalah Aulia Putri Najwa, 15. Ketiganya tercatat sebagai pelajar SMP yang tinggal sekampung di Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Petaka yang menimpa tiga ABG itu terjadi pukul 14.30, Minggu kemarin (8/1). Sepeda motor Yamaha Vega dikendarai tiga orang. Mereka  adalah Aulia Putri Najwa,  15, Ina Maulina, 15, dan Agustin Anggraini, 15. Sepeda motor tiga ABG itu melaju dari arah  selatan.

Begitu sampai di lokasi kejadian, tepatnya  di selatan TPA Bulusan, motor korban mendahului sepeda motor. Nah, saat menyalip sepeda motor   inilah terjadi senggolan hingga  akhirnya tiga ABG tersebut terjatuh  ke badan jalan. Sore itu arus lalu lintas jalan raya Gatot Subroto sedang ramai. Begitu  terjatuh, tubuh ketiga korban langsung dihantam kendaraan dari  arah berlawanan.

”Tidak ada yang  tahu ditabrak apa, ada yang bilang  ditabrak Avanza hitam, ada yang bilang Panther hitam ada juga yang bilang ditabrak truk,” ujar  salah satu warga yang enggan  namanya dikorankan.  Karena benturan terlalu keras, dua pengendara motor langsung  tewas seketika di lokasi kejadian  dengan kondisi luka parah di kepala.

Loading...

Sementara satu korban lain nya  mengalami luka cukup parah.  Beruntung, nyawa satu kor ban ini  masih bisa diselamatkan. Oleh warga dan petugas kepolisian,  satu korban selamat langsung  dilarikan ke rumah sakit. ”Yang dua  langsung meninggal, satunya masih  kejang-kejang. Mereka bertiga ini  seperti bercanda saat berkendara,“ timpal salah satu warga lainnya.

Dugaan mereka menjadi korban tabrak lari memang ada benarnya. Hal ini bisa terlihat dari kendaraan  korban yang tidak terlalu mengalami  kerusakan parah. Sepeda motor Yamaha Vega warna merah dengan  stiker warna biru dan putih ini hanya  mengalami bengkok di bagian roda  depan. Sementara bodi sepeda motor masih terlihat utuh meski sudah tidak terlalu sempurna.

Dari informasi salah satu kerabat korban, ketiga korban ini adalah Warga RT03/RW08 Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kalipuro. Ketiganya baru saja menikmati liburan akhir  pekan di salah satu kolam renang  di Banyuwangi. Sepeda motor Yamaha Vega yang dipakai tiga ABG itu bukan milik  dari salah satu korban. Melainkan  pinjam dari salah satu teman mereka yang  kebetulan ikut berlibur  akhir pekan bersama ketiga korban.

”Mereka bertiga ini habis berenang di Mirah,” kata salah satu kerabat yang juga enggan disebutkan namanya. Kasat Lantas Polres Banyuwangi, AKP Supiyan melalui Kanitlaka  Iptu Budi Hermawan membenarkan bahwa ketiga ABG merupakan  korban tabrak lari. Pihaknya masih  memburu siapa dan kendaraan  apa yang menabrak dari tiga perempuan yang diketahui masih duduk  di bangku SMP ini.

”Warga sekitar  sangat tertutup memberikan informasi. Indikasi sementara masih tabrak lari, dua korban (Ina Maulina dan Agustin Anggraini) tewas. Sementara yang satu korban kritis mengalami gegar otak (Aulia Putri Najwa). Kami masih kumpulkan saksi-saksi untuk mengetahui kendaraan apa yang menabraknya,” tegas Budi dihubungi melalui  sambungan telepon tadi malam.

Sementara itu, akibat kecelakaan  ini warga berbondong-bondong  datang ke lokasi kejadian. Saking banyaknya warga yang datang  sempat membuat  jalur Banyuwangi–Situbondo macet. Kendaraan pun mengular ke arah selatan dan utara. Orang tua korban yang baru  saja datang ke lokasi kejadian tidak  henti-hentinya menangis histeris setelah mengetahui anaknya menjadi korban.

”Wes diomongi ojo pati mlaku-mlaku kok mlaku-mlaku ae (sudah dibilang jangan jalan-jalan, kok tetap jalan-jalan saja),” ujar salah satu ibu korban  sambil menangis histeris di  hadapan anggota Polsek Kalipuro di lokasi kejadian. (radar)

loading...

Kata kunci yang digunakan :