Kolaborasi Desainer Lokal-Nasional

0
104
Festival Kebaya.

Festival Kebaya Libatkan 90 Model

BANYUWANGI – Hari Kartini yang jatuh pada 21 April kemarin diperingati dengan cara kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan menggelar Festival Kebaya dengan mengusung tema Gandrung.

Yang menarik, kegiatan pameran busana kebaya itu dilakukan  di Bandara Blimbingsari kemarin (21/4). Festival kebaya pertama di Indonesia ini menjadi sarana peningkatan daya saing para desainer dan perajin lokal.

Selain itu, untuk untuk menggenjot sektor pariwisata di Kabupaten berjuluk Sunrise of Java. Festival melibatkan sedikitnya 90 model baik dari daerah maupun nasional. Dipilihnya kebaya untuk kegiatan festival, karena kebaya sebagai simbolisasi perjuangan Kartini terhadap emansipasi perempuan Indonesia.

Bandara Blimbingsari dipilih menjadi tempat atau lokasi peragaan busana kebaya karena untuk mengenalkan terminal bandara baru yang menonjolkan konsep green building. Peragaan kebaya hari pertama digelar di Bandara Blimbingsari. Hari kedua dilaksanakan dilapangan Tenis Indoor Gelanggang Olahraga (GOR) Banyuwangi.

“Bandara sengaja dipilih sebagai venue acara, selain untuk mengenalkan green airport yang segera diresmikan dalam waktu dekat. Selain itu lokasinya yang memang menarik sebagai catwalk peragaan busana,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas.

Loading...

Diungkapkan, festival kebaya digelar untuk membidik pasar kebaya yang sangat besar. Sebab, setiap kaum hawa hampir selalu mengenakan kebaya saat acara-acara spesial. “Dengan promosi karya kolaborasi desainer nasional dan lokal Banyuwangi, diharapkan pasar para pelaku usaha fashion lokal ikut terangkat,” jelasnya.

Para model beradu kreativitas lewat karya kebaya yang sudah didesain dari hasil workshop dua bulan sebelumnya. Lima belas peserta terbaik akan dipilih untuk unjuk kebolehan memamerkan kebaya saat puncak acara di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawangalun pukul 19.00 malam nanti.

Perhelatan Festival Kebaya merupakan bagian untuk menarik minat masyarakat dalam berkreasi mengenakan kebaya. Dalam festival tersebut juga diselenggarakan kompetisi “Kebaya In Style” yang terbagai menjadi kategori kebaya casual dan kebaya formal dengan dewan juri terdiri dari Weda Ghita selaku lokal chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter, Lenny Agustin National Vice Chairman IV dan Publik Relation IFC.

Beberapa desainer dan model dari nasional seperti Jakarta, Malang, Surabaya dan Bali juga ikut andil memeriahkan Festival Kebaya tersebut. Sebanyak 75 model terbaik IFC dan 15 model terpilih akan unjuk kebolehan  memeragakan busana kebaya yang mewah dan elegan.

Tidak hanya itu, malam puncak festival kebaya tersebut juga dimeriahkan oleh artis ibu kota Sundari Sukoco dan Intan Sukoco yang terkenal lewat musik keroncong. Bagi yang ingin berbelanja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyediakan both pameran berbagai oleh-oleh khas Banyuwangi dan tentunya berbagai kebaya akan dijual di sini baik dari desainer lokal maupun nasional.

“Melalui perhelatan Festival Kebaya ini, Banyuwangi dapat menjadi sentra wisata dan belanja kebaya. Sekaligus menggaungkan keunggulan produk kebaya khas Indonesia tak hanya di tingkat nasional, tapi juga skala internasional,” terang Ali Charisma, selalui National Chairman IFC. (radar)

loading...