Selalu Langganan Juara, di-Black List Ikut Kejurkab Taekwondo

0
207
Janitra Khosymabel Wahono bersama puluhan medali dan piala yang telah diraih dalam berbagai kejuaraan olahraga.

SUARA gesekan roda dengan lantai semen terdengar riuh di kediaman Janitra Khosymabel Wahono tepatnya di sebelah utara Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria Banyuwangi.

Siang itu, sepulang sekolah, Abel-panggilan akrabnya-tengah melatih skill speednya dalam bermain sepatu roda. Setelah lelah berputar-putar, dia lalu berhenti menghampiri botol air mineral dingin yang diletakkan di tepi tempat berlatih.

Tak lama ayah dari Abel, Iwan Sureng Wahono keluar memberi arahan kepada putra sulungnya itu untuk menguji trik-trik bermain sepatu roda yang sudah dipelajarinya. Setelah Abel kembali berlatih, Iwan pun langsung menghampiri Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Dia mengatakan, jika Abel tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan sepatu roda dalam waktu dekat. Tetapi, biasanya meskipun ada atau tidak ada latihan, putranya itu selalu menyempatkan diri berlatih sepulang dari sekolah.

Iwan mengisahkan, anaknya memiliki minat yang tinggi di bidang olahraga. Selain sepatu roda, Abel juga menekuni olahraga bela tliri taekwondo, sepak bola dan futsal. Tak jarang jika ada waktu luang, putranya juga masih menyempatkan diri untuk berenang.

Hasilnya, ada puluhan medali yang menghiasi ruang tamu rumahnya. Yang seluruhnya didominasi oleh hasil prestasi dari Abel. Kalau sepatu roda, Abel baru ikut dua even, yakni fun skate dan Kejurnas Piala Bupati Sidoarjo.

Dari sana, Abel berhasil mendapatkan dua emas dan satu perak. Di kelas speed 100 meter dan 300 meter. “Yang paling banyak ya taekwondo. Terakhir di Kejurnas Taekwondo tahun 2016, dia dapat medali emas di kelas kyorugi pra yunior under 28. Ada juga piagam waktu dia ikut Danone Cup,” ungkap pria berperawakan kurus tersebut.

Loading...

Kegemaran Abel di bidang olahraga tampaknya berasal turun-temurun. Iwan menceritakan, sejak kecil Abel sering melihat orang-orang berlatih taekwondo di rumahnya. Kebetulan Iwan sendiri adalah salah satu pelatih di Taekwondo Indonesia (Tl) Banyuwangi.

Kondisi ini membuat Abel sejak kecil sudah familiar dengan olahraga bela diri. Sedangkan untuk sepatu roda, berawal dari kegemaran Iwan bermain sepatu roda sejak remaja. Saat Abel masih duduk di Taman Kanak-Kanak, Iman membelikan sepatu roda dan diajaknya bermain bersama.

“Kalau saya suka sepatu roda karena sempat dibelikan bapak. Jadi waktu Abel TK, saya coba belikan juga. Ternyata dia suka. Jadi sejak kecil itu sudah saya ajak mainan sepatu roda, biasanya berlatih di depan kantor Pemkab sana,” kisah pria yang akrab dipanggil Sabem Iwan itu.

Ketika warga mulai demam sepatu roda, iwan dan Abel pun seakan memperoleh kesempatan untuk bisa mengembangkan hobi mereka. Tak heran, ketika ada kejuaraan, Abel bisa langsung mendapatkan medali meski klub sepatu roda di Banyuwangi baru saja terbentuk.

“Kebetulan taekwondo dan sepatu roda tidak jauh berbeda dalam latihan fisik. Keduanya perlu kaki yang kuat dan putaran pinggul yang seimbang. Jadi Abel bisa mengikuti keduanya dengan baik. Kadang kalau ada kompetisi sepak bola pelajar, dia juga masih ikut,” terangnya.

Meski anaknya memiliki multitalenta di bidang olahraga, Iwan mengaku tak ingin memaksa anaknya untuk memilih salah satunya. Yang terpenting anaknya memiliki kegiatan positif. Karena di zaman seperti ini, banyak sekali anak seusia Abel yang enggan berolahraga dan lebih sibuk dengan gadget.

Dengan berolahraga, selain memiliki dampak kesehatan Juga membuat anaknya memiliki komunikasi yang baik dengan anak-anak lain dan orang lain. Jika ditanya bakat anaknya, Iwan mengaku bingung. Sebab, bakat Abel di sepak bola, futsal, sepatu roda, maupun taekwondo sama-sama bagus.

Sampai-sampai untuk taekwondo dia sudah di-blacklist ikut even Kejurkab atau internal Kabupaten Bnyuwangi. “Jadi mainnya hanya di luar kabupaten saja. Mungkitt nanti semakin besar dia bisa memilih sendiri,” jelas suami dari Endah Pumama itu.

Abel sendiri ketika berbicara dengan JP-RaBa mengaku senang dengan semua jenis olahraga. Dia mengaku bingung jika disuruh memilih, karena semuanya memiliki tingkat kesulitan dan kepuasan sendiri-sendiri. Yang jelas, dia hanya ingin tampil lebih baik dari setiap lawan-lawannya.

“Saya renang juga suka, futsal juga suka, semua olahraga suka,” ujar penggemar game call of duty itu sambil tersenyum. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :