sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebanyak 211 jamaah haji asal Banyuwangi masuk dalam kategori obesitas, menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.
Dari total 1.453 jamaah yang diperiksa, lebih dari separuh memiliki berat badan berlebih, termasuk 553 jamaah (37,88 persen) dengan kelebihan berat badan dan 590 jamaah (40,41 persen) dengan status gizi normal.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menegaskan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena korelasi langsung dengan tingginya risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
“Dominasi jamaah dengan kelebihan berat badan dan obesitas ini berkorelasi langsung dengan tingginya penyakit tidak menular,” ujar Amir, Senin (26/1).
Target Empat Bulan Sebelum Keberangkatan
Dinkes memiliki waktu sekitar empat bulan sebelum keberangkatan haji untuk mendorong jamaah obesitas menurunkan berat badan dan meningkatkan kebugaran.
“Kami punya waktu kurang lebih empat bulan. Ini akan kami optimalkan agar jamaah yang mengalami obesitas bisa menurunkan berat badan secara aman dan terukur, sehingga lebih siap menjalani ibadah haji,” tegas Amir.
Untuk itu, Dinkes telah menyiapkan panduan penurunan berat badan dan peningkatan kebugaran, yang dilaksanakan melalui pembinaan intensif di Puskesmas.
Target penurunan berat badan berkisar 0,5–1 kilogram per minggu, atau sekitar 6–10 persen dari berat badan awal selama empat bulan masa pembinaan.
“Ini bukan diet ekstrem. Fokus kami adalah membuat jamaah lebih ringan, lebih kuat, dan lebih tahan berjalan,” jelas Amir.
Pola Makan dan Latihan Fisik
Program pembinaan dilakukan melalui pengaturan pola makan sehari-hari.
Jamaah tetap makan tiga kali sehari, memperbanyak konsumsi sayur dan protein, serta membatasi gula, gorengan, makanan berlemak, dan porsi nasi berlebihan.
Selain itu, jamaah diwajibkan melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, dengan jalan kaki sebagai latihan utama.
Page 2
Latihan dilakukan bertahap:
- Bulan pertama: 15–30 menit per hari
- Menjelang keberangkatan: 45–60 menit per hari
Tujuannya, jamaah mampu berjalan kaki selama satu jam tanpa sesak dan tidak mudah lelah.
Bagi jamaah dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan jantung, pengobatan harus tetap dijalani secara disiplin.
“Obat wajib diminum teratur, kontrol rutin ke Puskesmas, dan tidak boleh menghentikan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegas Amir.
Manfaat Turun Berat Badan
Menurut Amir, penurunan berat badan meski sedikit sudah berdampak besar. Tekanan darah menjadi lebih stabil, gula darah lebih terkontrol, dan pernapasan lebih ringan saat berjalan.
Dinkes juga mengingatkan agar jamaah menghindari diet ekstrem, obat pelangsing tanpa pengawasan medis, atau olahraga berat secara mendadak.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Menurunkan berat badan dan meningkatkan kebugaran adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Sedikit turun berat badan, manfaatnya sangat besar untuk keselamatan dan kekhusyukan jamaah selama di Tanah Suci,” pungkas Amir.
Dengan program ini, jamaah haji Banyuwangi diharapkan tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu menunaikan ibadah dengan lebih nyaman dan aman, serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama berada di Makkah dan Madinah. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebanyak 211 jamaah haji asal Banyuwangi masuk dalam kategori obesitas, menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.
Dari total 1.453 jamaah yang diperiksa, lebih dari separuh memiliki berat badan berlebih, termasuk 553 jamaah (37,88 persen) dengan kelebihan berat badan dan 590 jamaah (40,41 persen) dengan status gizi normal.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menegaskan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena korelasi langsung dengan tingginya risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
“Dominasi jamaah dengan kelebihan berat badan dan obesitas ini berkorelasi langsung dengan tingginya penyakit tidak menular,” ujar Amir, Senin (26/1).
Target Empat Bulan Sebelum Keberangkatan
Dinkes memiliki waktu sekitar empat bulan sebelum keberangkatan haji untuk mendorong jamaah obesitas menurunkan berat badan dan meningkatkan kebugaran.
“Kami punya waktu kurang lebih empat bulan. Ini akan kami optimalkan agar jamaah yang mengalami obesitas bisa menurunkan berat badan secara aman dan terukur, sehingga lebih siap menjalani ibadah haji,” tegas Amir.
Untuk itu, Dinkes telah menyiapkan panduan penurunan berat badan dan peningkatan kebugaran, yang dilaksanakan melalui pembinaan intensif di Puskesmas.
Target penurunan berat badan berkisar 0,5–1 kilogram per minggu, atau sekitar 6–10 persen dari berat badan awal selama empat bulan masa pembinaan.
“Ini bukan diet ekstrem. Fokus kami adalah membuat jamaah lebih ringan, lebih kuat, dan lebih tahan berjalan,” jelas Amir.
Pola Makan dan Latihan Fisik
Program pembinaan dilakukan melalui pengaturan pola makan sehari-hari.
Jamaah tetap makan tiga kali sehari, memperbanyak konsumsi sayur dan protein, serta membatasi gula, gorengan, makanan berlemak, dan porsi nasi berlebihan.
Selain itu, jamaah diwajibkan melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, dengan jalan kaki sebagai latihan utama.







