Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

3 Tahun Buron, Pegawai BPR Blitar yang Kuras Uang Nasabah Rp 1 M Ditangkap

3-tahun-buron,-pegawai-bpr-blitar-yang-kuras-uang-nasabah-rp-1-m-ditangkap
3 Tahun Buron, Pegawai BPR Blitar yang Kuras Uang Nasabah Rp 1 M Ditangkap
Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda
Blitar

ESW (31) warga Desa Bendowulung, Sanankulon, Kabupaten Blitar ditangkap polisi usai buron 3 tahun. ESW diduga melakukan korupsi dengan me-mark up uang nasabah hingga Rp 1 miliar.

“Tindak pidana korupsi yang terjadi pada tahun 2020, laporan diterima dan dilakukan pengembangan. Hingga tersangka ditangkap dalam pelariannya di Klakah Lumajang setelah tiga tahun menjadi buron,” kata Wakapolres Blitar Kota Kompol I Gede Suartika kepada awak media, Rabu (27/12/2023).

Gede menyebutkan EWS diduga menggelembungkan (mark up) uang nasabah di BPR Artha Praja Kota Blitar. Tersangka adalah petugas kasir dan teller pada BPR itu. Modusnya, EWS mengurangi uang setoran milik 14 nasabah, dan dia juga tidak membayarkan gaji tenaga kebersihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Adapun total kerugian negara akibat ESW sekitar Rp 1.033.074.146. Ini termasuk mark up uang 14 nasabah, dan gaji tenaga kebersihan yang tidak dibayarkan,” terangnya.

ESW diduga mengambil uang itu dengan cara membobol sistem otorisasi. Dia mengetahui password dari salah satu pemegang akun kemudian memalsukan tanda tangan nasabah dalam slip penarikan dan penyetoran.

Menurut Gede, ESW telah menjadi buron selama 3 tahun terakhir. Dia sempat melarikan diri ke Banyuwangi, Jember, hingga ke Lumajang.

“Dia ada jual kebab di Banyuwangi, dan jual nasi pecel di Jember. Kemudian tertangkap minggu kemarin di Klakah, Lumajang,” lanjutnya.

Di hadapan awak media, ESW mengaku sengaja melakukan mark up uang nasabah BPR milik Pemkot Blitar itu untuk membayar utang karena tertipu arisan.

Adapun alasan melarikan diri karena jaminan untuk mengganti utang itu belum tercukupi. ESW juga mengaku dibantu rekannya saat melakukan mark up uang nasabah itu.

“Untuk bayar utang karena tertipu arisan online. (Lari) karena belum cukup untuk mengganti jaminan,” terangnya.

ESW akan dikenakan pasal 3 Subsider Pasal 8 subsider Pasal 9 UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dia terancam penjara paling lama 20 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Simak Video “Blitar Diguncang Gempa M 3,7 [Gambas:Video 20detik] (dpe/iwd)