Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

4 Pelaku Pemikat Burung Berkicau Diamankan

Foto: detikcom
Foto: detikcom

BANYUWANGI – Penegakan Perdes (Peraturan Desa) tentang lingkungan di Banyuwangi terbilang efektif. Terbukti, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, bisa menekan perburuan burung berkicau yang ada di wilayahnya.

Dilansir dari Detikcom, empat orang pelaku pemikat burung diamankan oleh aparat keamanan desa dan Babinkantibmas.

Keempatnya adalah MY (34) warga Kecamatan Srono, EI, (30) dan PA (27) warga Kecamatan Blimbingsari, serta AT (28) warga Kecamatan Songgon.

“Kita amankan 4 pemikat burung. Ini melanggar Perdes nomer 4 tentang lingkungan yakni menangkap atau berburu burung dilarang,” kata Kepala Desa Sumberarum, Ali Nur Fathoni, Senin (7/10/2019).

“Sudah banyak yang kita beri sangsi dan pembinaan. Perdes ini berlaku sejak tahun 2018,” tambahnya.

Keempat pelaku pemikat burung tersebut kemudian mendapatkan pembinaan. Mereka menyadari atas kesalahan tersebut dan sudah meneken surat pernyataan tidak melakukan perbuatan tersebut.

Toni sapan akrab Ali Nur Fathoni mengatakan, Perdes tersebut ditegakkan untuk menjaga lingkungan di sekitar lerang Gunung Raung.

“Upaya kami melakukan pencegahan agar burung-burung di sekitar lereng Gunung Raung tidak punah,” ungkap Toni.

Dia menegaskan, pihaknya tak ingin ada kejadian-kejadian serangan ulat bulu yang terjadi di wilayahnya.

Menurutnya, serangan ulat bulu lantaran predator ulat tidak ada. Oleh karena itu, burung berkicau hasil tangkapan pelaku pemikat tersebut kemudian dilepasliarkan.

“Kita lepasliarkan burung berkicaunya. Termasuk burung yang digunakan untuk pikatan, yakni burung hantu kita lepaskan di persawahan agar tidak ada tikus dan hama ulat bulu,” ujar Toni.

“Semoga menjadi pelajaran bagi siapapun. Janganlah burung yang sudah bebas dipikat kemudian dijual. Sementara kita melindungi agar burung-burung itu tetap pada habitatnya dan mencegah berbagai hama,” pungkasnya.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE