sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Progres perbaikan jalan nasional yang menghubungkan Jember–Banyuwangi terus dikebut.
Hingga Minggu (31/8), pengerjaan di tikungan Mbah Singo KM 36.800, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, sudah mencapai 70 persen.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Jember, puluhan pekerja lembur hingga malam hari. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk pemadatan jalan yang sebelumnya retak dan miring.
Baca Juga: Kabar Baik! Jalur Gumitir Banyuwangi–Jember Dibuka Lebih Cepat, Tak Perlu Tunggu September Akhir
Selain itu, capping beam sepanjang 120 meter sudah terpasang, lengkap dengan pagar pengaman jalan.
Saluran air di sekitar tebing juga tengah digarap. Tidak menggunakan pasangan biasa, melainkan box culvert dari beton.
Hal ini dilakukan agar air hujan tidak merembes masuk ke sela tanah, yang kerap memicu longsor maupun retakan jalan.
Baca Juga: Jalur Gumitir Sepi Kendaraan, Warung Kopi Disulap Jadi ‘Kafe Teras’ di Tengah Jalan Nasional
“Untuk pengaspalan masih menunggu proses pengecoran capping beam dan pemasangan saluran beton di sisi kiri jalan kalau dari arah Jember,” jelas Andre Pandora, pelaksana proyek dari PT Rajendra Pratama Jaya.
Meski proyek ini ditargetkan selesai pada 24 September mendatang, masyarakat berharap jalur vital itu bisa dibuka lebih cepat.
Pasalnya, penutupan jalan sejak 24 Juli lalu berdampak pada aktivitas warga, termasuk banyak warung yang terpaksa tutup.
Baca Juga: Alhamdulillah! Jalur Gumitir Banyuwangi–Jember Dibuka? Ini Jadwal Resminya
Cak Mat, salah seorang warga, menyebut meski terdampak, perbaikan ini sangat mendesak.
“Kalau tidak segera diperbaiki, jalan bisa putus. Ini memang mengganggu sementara, tapi demi kepentingan orang banyak. Apalagi hampir semua kendaraan ke Banyuwangi dan Bali lewat Gumitir,” ujarnya.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Progres perbaikan jalan nasional yang menghubungkan Jember–Banyuwangi terus dikebut.
Hingga Minggu (31/8), pengerjaan di tikungan Mbah Singo KM 36.800, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, sudah mencapai 70 persen.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Jember, puluhan pekerja lembur hingga malam hari. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk pemadatan jalan yang sebelumnya retak dan miring.
Baca Juga: Kabar Baik! Jalur Gumitir Banyuwangi–Jember Dibuka Lebih Cepat, Tak Perlu Tunggu September Akhir
Selain itu, capping beam sepanjang 120 meter sudah terpasang, lengkap dengan pagar pengaman jalan.
Saluran air di sekitar tebing juga tengah digarap. Tidak menggunakan pasangan biasa, melainkan box culvert dari beton.
Hal ini dilakukan agar air hujan tidak merembes masuk ke sela tanah, yang kerap memicu longsor maupun retakan jalan.
Baca Juga: Jalur Gumitir Sepi Kendaraan, Warung Kopi Disulap Jadi ‘Kafe Teras’ di Tengah Jalan Nasional
“Untuk pengaspalan masih menunggu proses pengecoran capping beam dan pemasangan saluran beton di sisi kiri jalan kalau dari arah Jember,” jelas Andre Pandora, pelaksana proyek dari PT Rajendra Pratama Jaya.
Meski proyek ini ditargetkan selesai pada 24 September mendatang, masyarakat berharap jalur vital itu bisa dibuka lebih cepat.
Pasalnya, penutupan jalan sejak 24 Juli lalu berdampak pada aktivitas warga, termasuk banyak warung yang terpaksa tutup.
Baca Juga: Alhamdulillah! Jalur Gumitir Banyuwangi–Jember Dibuka? Ini Jadwal Resminya
Cak Mat, salah seorang warga, menyebut meski terdampak, perbaikan ini sangat mendesak.
“Kalau tidak segera diperbaiki, jalan bisa putus. Ini memang mengganggu sementara, tapi demi kepentingan orang banyak. Apalagi hampir semua kendaraan ke Banyuwangi dan Bali lewat Gumitir,” ujarnya.