Aktivitas Penyadap Karet di Perkebunan Kalibendo

0
1054

kerjaAktivitas Penyadap Karet di Perkebunan Kalibendo


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ratusan orang masih menggantungkan hidupnya sebagai penyadap getah karet di kawasan Kalibendo, Kecamatan Glagah. Bagaimana aktivitas mereka?

PERKEBUNAN Kalibendo memiliki sekitar 150 orang penyadap getah karet. Mereka mulai beraktivitas sejak pukul 03.30 dini hari. Pada jam itu, mereka sudah berangkat ke kebun karet yang tersebar di beberapa lokasi. Perkebunan itu memang memiliki kebun karet yang lokasinya terpecah-pecah. Pada saat mereka memulai aktivitasnya, mata hari belum terbit dan terlihat masih gelap gulita. Untuk melancarkan aktivitasnya, ratusan penyadap itu menggunakan alat bantu penerangan lampu senter kepala.

Aktivitas penyadapan dimulai  sekitar pukul 04.00. Pada jam itu, para pekerja itu sudah ramai dan berada di petak masing-masing untuk memulai aktivitasnya. Untuk satu orang pekerja, tugasnya menyadap 600 pohon. Dari 600 batang pohon itu, tidak semuanya disadap karetnya setiap hari, namun dilakukan satu kali dalam dua hari. Untuk memudahkan kerja, para penyadap itu membagi menjadi dua penyadapan. Sehingga, setiap harinya mereka hanya menyadap 300 pohon.

Selain memudahkan kerja, 600 pohon karet itu tidak di sadap setiap hari agar pohon tidak mudah mati. Jika pohon karet di sadap setiap hari, maka usianya tidak panjang. Agar usia pohon bertahan lama, maka pekerja membagi waktu penyadapan. Sehingga satu pohon karet, penyadapan dilakukan dua hari sekali Jika yang 300 pohon disadap, maka 300 pohon karet lainnya istirahat, begitu seterusnya. Dengan cara ini, usia pohon bisa bertahan lama. “Kalau getah karetnya keluarnya terus walau disadap setiap hari, tapi pohonnya cepat mati,” papar salah seorang penyadap getah karet, Asnan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last