Alap-alap Sapi Di-KO Peluru

  • Bagikan
PINCANG: Mat Musayi.

BANYUWANGI – Aparat kepolisian sudah tidak sabar atas maraknya aksi kejahatan di Banyuwangi. Polisi tak mau aksi pencurian terus merajalela. Untuk memberikan efek jera kepada penjahat, polisi terpaksa melepaskan peluru tajam.

Seperti yang dialami penjahat yang satu ini. Mat Musayi, 26, roboh bersimbah darah setelah kakinya dihadiahi pelor panas oleh Resmob Polsek Blambangan kemarin. Warga Dusun Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, diduga terlibat serangkaian aksi pencurian sapi.

Mat Musayi diringkus polisi tak jauh dari rumah saudaranya di Desa Tamansari. “Tersangka kita tembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap. Saat ini tersangka kita amankan di polsek,” tegas Kapolsek Blambangan AKP Ketut Redana melalui Kasi Humas Aiptu Monip.

Aksi pencurian hewan sebenarnya terjadi pada Kamis (18/ 10) pukul 15.00 lalu. Saat kejadian, dua ekor sapi milik M. Said, 67, warga Jalan Kepiting, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi, dibiarkan di persawahan Gareng, Lingkungan Sobo Ada dua ekor sapi yang dicuri.

Untuk mengangkutnya, tersangka menyewa mobil pikap,” ungkap Monip. Mobil pikap bernopol P 8876 VD itu disopiri Asuk, 53, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Sapi curian itu sempat dibawa ke daerah Klatak, Kecamatan Ka lipuro, dan Kelurahan Si ngo trunan, Kecamatan Ba nyuwangi. “Mau dijual tapi tidak ada yang mau membeli,” kata Monip.

Dari Kelurahan Singotrunan, kedua sapi itu dibawa ke Desa Olehsari dan Desa Paspan, Kecamatan Glagah. Lagi-lagi tidak ada orang yang mau membelinya. Saat berada di Desa Paspan, tersangka pamit kepada sopir untuk pergi sebentar. Meski sudah ditunggu lama, tapi tersangka tidak kembali. “Sopir pun curiga lalu lapor ke Polsek Glagah dan diteruskan ke Polsek Blambangan,” terangnya.

Sejak menerima laporan dugaan pencurian sapi, pihaknya segera bergerak dan melakukan penyelidikan. Berdasar keterangan warga, diperoleh informasi bahwa pelakunya Mat Musayi.“Kita cari di rumahnya tidak ada. Informasinya ada di rumah saudaranya,” beber Monip. Atas informasi dari warga itu, polisi berhasil melacak keberadaan Mat Musayi. Mat Musayi terdeteksi berada di rumah saudaranya di Desa Tamansari.

Rupanya kedatangan polisi itu sudah terendus tersangka. “Tersangka berusaha kabur dan akhirnya kita beri hadiah timah panas di kaki kanan,” ujar Monip. Ketika diinterogasi, Mat Musayi me ngaku telah mencuri dua ekor sapi di persawahan Ke lu rahan Sobo pada 18 Ok tober 2012. “Sapinya belum sempat di jual, karena tidak ada yang mau membeli,” tandas Monip. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: