sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (7/2) sore.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama di wilayah Kecamatan Muncar.
Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Ngadenan, 71, warga Dusun Curahpacul, Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar.
Atap rumah yang terbuat dari galvalum dilaporkan terlepas dan terbang sejauh kurang lebih 20 meter akibat terjangan angin kencang.
Kapolsek Muncar AKP Mujiono mengatakan, hujan deras disertai angin kencang mulai melanda wilayah Kecamatan Muncar sekitar pukul 15.00.
Akibatnya, sedikitnya lima rumah warga di Desa Tambakrejo mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
“Di wilayah Kecamatan Muncar, khususnya Desa Tambakrejo, terdapat lima rumah warga yang terdampak. Kerusakan mulai dari ringan hingga berat,” ujar AKP Mujiono.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tersebut.
Namun, kerugian material cukup signifikan dialami oleh satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat, yakni rumah milik Ngadenan.
“Kerugian material rumah milik Ngadenan ditaksir mencapai Rp 25 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKP Mujiono menjelaskan, atap galvalum rumah Ngadenan yang terbang tersebut diketahui telah terpasang sekitar empat tahun lalu.
Kuatnya hembusan angin membuat atap terlepas dari rangkanya dan tersangkut di rumah tetangga yang berada sekitar 20 meter dari lokasi.
“Atap rumah terbang dan nyangkut di rumah tetangga. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00,” jelasnya.
Pasca kejadian, anggota Polsek Muncar bersama perangkat Desa Tambakrejo dan warga setempat langsung bergerak cepat melakukan kerja bakti.
Page 2
Puing-puing sisa atap yang berserakan dibersihkan secara bergotong royong untuk mengantisipasi bahaya lanjutan.
“Selain pembersihan, kami juga melakukan pendataan korban serta berkoordinasi dengan BPBD Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut,” tambah AKP Mujiono.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar, Nanang Widayat membenarkan bahwa total terdapat lima rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Seluruh rumah terdampak berada di wilayah Dusun Curahpacul.
“Dampaknya hanya terjadi di Dusun Curahpacul. Selain kerusakan rumah, aliran listrik di lokasi kejadian juga sempat padam,” kata Nanang.
Ia merinci, dari lima rumah yang terdampak, tiga rumah mengalami kerusakan ringan, satu rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat.
Kerusakan paling parah dialami rumah milik Ngadenan yang atapnya terlepas seluruhnya.
“Semua korban sudah kami data dan akan kami usulkan untuk mendapatkan bantuan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (why)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (7/2) sore.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama di wilayah Kecamatan Muncar.
Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Ngadenan, 71, warga Dusun Curahpacul, Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar.
Atap rumah yang terbuat dari galvalum dilaporkan terlepas dan terbang sejauh kurang lebih 20 meter akibat terjangan angin kencang.
Kapolsek Muncar AKP Mujiono mengatakan, hujan deras disertai angin kencang mulai melanda wilayah Kecamatan Muncar sekitar pukul 15.00.
Akibatnya, sedikitnya lima rumah warga di Desa Tambakrejo mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
“Di wilayah Kecamatan Muncar, khususnya Desa Tambakrejo, terdapat lima rumah warga yang terdampak. Kerusakan mulai dari ringan hingga berat,” ujar AKP Mujiono.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tersebut.
Namun, kerugian material cukup signifikan dialami oleh satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat, yakni rumah milik Ngadenan.
“Kerugian material rumah milik Ngadenan ditaksir mencapai Rp 25 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKP Mujiono menjelaskan, atap galvalum rumah Ngadenan yang terbang tersebut diketahui telah terpasang sekitar empat tahun lalu.
Kuatnya hembusan angin membuat atap terlepas dari rangkanya dan tersangkut di rumah tetangga yang berada sekitar 20 meter dari lokasi.
“Atap rumah terbang dan nyangkut di rumah tetangga. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00,” jelasnya.
Pasca kejadian, anggota Polsek Muncar bersama perangkat Desa Tambakrejo dan warga setempat langsung bergerak cepat melakukan kerja bakti.







