Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Butuh Modal Kerja ke Surabaya, Mantan Satpam Nekat Curi Ampli Masjid di Genteng Banyuwangi

butuh-modal-kerja-ke-surabaya,-mantan-satpam-nekat-curi-ampli-masjid-di-genteng-banyuwangi
Butuh Modal Kerja ke Surabaya, Mantan Satpam Nekat Curi Ampli Masjid di Genteng Banyuwangi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebingungan mencari modal untuk berangkat bekerja ke Surabaya membuat Aldi Sucipto, 28, mantan petugas keamanan asal Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, nekat melakukan aksi kriminal.

Ia harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah kedapatan mencuri peralatan masjid di wilayah Kecamatan Genteng.

Aksi pencurian tersebut terjadi di Masjid Kholilulloh yang berada di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, pada Kamis (5/2) lalu.

Dalam aksinya, Aldi mengambil dua unit mesin amplifier milik masjid yang biasa digunakan untuk pengeras suara adzan.

Usai melancarkan aksinya, Aldi sempat berhasil mengamankan diri. Namun, jejaknya akhirnya terbongkar setelah ia mengunggah hasil curiannya berupa dua unit mesin amplifier ke media sosial Facebook (FB).

Kedua mesin tersebut diketahui memiliki nilai total sekitar Rp 6,9 juta.

Takmir Masjid Kholilulloh yang mengenali peralatan masjid tersebut kemudian melakukan langkah cerdik.

Mereka berpura-pura menjadi pembeli dan menghubungi akun yang mengunggah penjualan ampli tersebut.

Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan takmir masjid yang kehilangan dua alat pengeras suara.

“Berawal dari laporan takmir masjid yang mengaku kehilangan dua alat pengeras suara saat akan digunakan untuk adzan. Yang bersangkutan kemudian mencoba mencari di Facebook, karena banyak transaksi jual beli di platform tersebut,” kata Ipda Sujarwadi, Minggu (8/2).

Menurutnya, saat menelusuri marketplace di Facebook, salah satu saksi menemukan dua unit mesin amplifier yang sangat mirip dengan barang yang hilang dari Masjid Kholilulloh.

Kecurigaan semakin kuat setelah ciri-ciri fisik barang tersebut sesuai.

“Saksi kemudian berpura-pura menjadi pembeli dan menghubungi pelaku. Ia menanyakan nomor seri mesin serta alamat pelaku. Setelah dipastikan nomor seri sesuai dengan barang yang hilang, saksi langsung melaporkan kepada kami,” tandasnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Genteng bergerak cepat. Polisi kemudian mendatangi rumah pelaku dan mengamankan Aldi beserta barang bukti dua unit mesin amplifier hasil curian.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebingungan mencari modal untuk berangkat bekerja ke Surabaya membuat Aldi Sucipto, 28, mantan petugas keamanan asal Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, nekat melakukan aksi kriminal.

Ia harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah kedapatan mencuri peralatan masjid di wilayah Kecamatan Genteng.

Aksi pencurian tersebut terjadi di Masjid Kholilulloh yang berada di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, pada Kamis (5/2) lalu.

Dalam aksinya, Aldi mengambil dua unit mesin amplifier milik masjid yang biasa digunakan untuk pengeras suara adzan.

Usai melancarkan aksinya, Aldi sempat berhasil mengamankan diri. Namun, jejaknya akhirnya terbongkar setelah ia mengunggah hasil curiannya berupa dua unit mesin amplifier ke media sosial Facebook (FB).

Kedua mesin tersebut diketahui memiliki nilai total sekitar Rp 6,9 juta.

Takmir Masjid Kholilulloh yang mengenali peralatan masjid tersebut kemudian melakukan langkah cerdik.

Mereka berpura-pura menjadi pembeli dan menghubungi akun yang mengunggah penjualan ampli tersebut.

Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan takmir masjid yang kehilangan dua alat pengeras suara.

“Berawal dari laporan takmir masjid yang mengaku kehilangan dua alat pengeras suara saat akan digunakan untuk adzan. Yang bersangkutan kemudian mencoba mencari di Facebook, karena banyak transaksi jual beli di platform tersebut,” kata Ipda Sujarwadi, Minggu (8/2).

Menurutnya, saat menelusuri marketplace di Facebook, salah satu saksi menemukan dua unit mesin amplifier yang sangat mirip dengan barang yang hilang dari Masjid Kholilulloh.

Kecurigaan semakin kuat setelah ciri-ciri fisik barang tersebut sesuai.

“Saksi kemudian berpura-pura menjadi pembeli dan menghubungi pelaku. Ia menanyakan nomor seri mesin serta alamat pelaku. Setelah dipastikan nomor seri sesuai dengan barang yang hilang, saksi langsung melaporkan kepada kami,” tandasnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Genteng bergerak cepat. Polisi kemudian mendatangi rumah pelaku dan mengamankan Aldi beserta barang bukti dua unit mesin amplifier hasil curian.