Aransemen Ratusan Lagu, Mampu Beli Mobil Pribadi

0
559

KETERBATASAN fisik bukan penghalang untuk bisa berkreasi dengan melahirkan karya-karya besar. Itulah semangat yang selama ini diusung Irfan Efendi. Penyandang tunanetra asal Dusun Tampak Bayan, Desa Balak, Kecamatan  Songgon, itu dikenal sebagai komposer  musik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di jari-jarinya yang lentik seperti ada indra yang menuntunnya saat memainkan keyboard  (piano). Putra pasangan Moch tar, 60, dan Arpani, 57, itu tampak santai memainkan  musik. Sepintas tidak ada yang beda dengan  orang normal lainnya, seperti cara berpakaian  dan nada bicaranya.

Siapa sangka di tengah keterbatasan fisik dengan dua mata yang tidak bisa melihat sejak lahir, putra ketiga dari tiga  bersaudara yang lahir pada 29 Januari 1987 itu memiliki semangat hidup yang tinggi. Bahkan, karya-karyanya sudah banyak dinikmati pencinta musik di  Banyuwangi.

Hidup penuh dengan kegelapan karena kebutaan sejak lahir tidak membuat Irfan putus asa. Menjadi komposer lagu-lagu Banyuwangi dan berbagai genre lagu lain tidak pernah terpikirkan oleh dirinya. Semua hanya dijalani seperti air mengalir.

“Saya hanya bisa berusaha sekuat tenaga dan berdoa,” ungkap Irfan di sela-sela menggarap lagu di Rogojampi kemarin (6/1). Perjalanan hidup Irfan tidak beda dengan orang pada umumnya. Dia  menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last