sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pergerakan penumpang kapal di sejumlah pelabuhan menunjukkan dinamika yang bervariasi.
Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Boom. Sedangkan di Pelabuhan Ketapang justru mengalami penurunan.
Pada periode 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, Pelabuhan Tanjung Wangi mencatat kenaikan jumlah penumpang tujuan Lombok dari 7.076 orang pada 2024 menjadi 8.265 orang pada 2025 atau meningkat sebesar 16,80 persen.
Sebaliknya, dari arah Lombok jumlah penumpang meningkat dari 7.416 orang pada 2024 menjadi 8.789 orang pada 2025 atau naik 18,51 persen.
Sedangkan untuk Pelabuhan Ketapang pada Nataru tahun ini justru mengalami penurunan jumlah penumpang.
Dari 375.481 orang pada 2024, turun menjadi 353.160 orang pada 2025 atau berkurang 5,94 persen.
Dari Gilimanuk juga mengalami penurunan dari 394.507 penumpang pada 2024 menjadi 377.058 penumpang pada 2025 atau turun 4,42 persen.
Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika arus penyeberangan dan pergeseran pola perjalanan masyarakat.
Sementara dari Pelabuhan Boom jumlah penumpang tujuan Denpasar tercatat lebih tinggi.
Pada periode Nataru ada 762 penumpang yang menyeberang. Dari arah sebaliknya tercatat ada 521 orang.
Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi Budi Sanjoyo mengatakan, pergerakan penumpang tahun ini mengalami perubahan.
Jumlah penumpang dengan tujuan Lombok mengalami peningkatan. Sedangkan dengan tujuan Bali dari arah Ketapang mengalami penurunan.
Saat ini tren arus balik pascalibur akhir tahun sudah mulai berjalan. Termasuk kapal perintis SN91 tujuan Sapeken yang berangkat Jumat (2/1).
Kapal tersebut mengangkut 540 penumpang serta 166 ton kebutuhan pokok yang kembali ke Pulau Sapeken.
Menurut Budi Sanjoyo, mayoritas penumpang merupakan wisatawan asal Kepulauan Madura yang sebelumnya menghabiskan masa liburan di Pulau Jawa.
“Memang terjadi banyak perubahan dinamika penumpang. Kalau tujuan Lombok 90 persen logistik 10 persen kendaraan kecil,’’ pungkasnya. (fre/aif)







