Bangun Jogging Track dan Kafe di Atas Sungai

  • Bagikan

bangunjoggingSetelah melakukan studi banding ke beberapa daerah di Bali, kemarin (15/12) Bupati Abdullah Azwar Anas mulai mengenalkan destinasi wisata baru kepada publik. Destinasi berbasis ecotourism yang diperkenalkan itu berlokasi di Perkebunan Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah.

 PERUSAHAAN perkebunan peninggalan Belanda itu menyimpan potensi wisata alam yang luar biasa menarik. Hanya saja, potensi itu belum tergarap secara maksimal dan hanya dimanfaatkan wisatawan lokal setiap liburan akhir pekan saja. Meski banyak wisatawan asing yang datang ke lokasi perkebunan, namun bukan untuk liburan, tapi lebih pada wisata studi tentang potensi perkebunan yang ada di lereng Gunung Ijen tersebut. Untuk memaksimalkan potensi wisata alam tesebut.

pemerintah daerah mendorong pihak perkebunan untuk mengembangkan wisata alam sebagai destinasi wisata keluarga agar memberikan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar perkebunan. Ide yang disampaikan Bupati Anas itu direspons cepat pihak perkebunan. Langkah pertama yang dilakukan perkebunan adalah membangun track sepeda pancal sepanjang 3,5 kilometer dan jogging track sepanjang 500 meter.

Track sepeda pancal itu dibuat dengan menyusuri area perkebunan cengkih, kopi, dan area perkebunan pohon karet. Kendati jarak track sepeda pancal itu tidak terlalu panjang hanya sekitar 3,5 km saja, namun medannya cukup menantang dan menarik untuk dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang datang ke Perkebunan Kalibendo akan diajak menyusuri area pabrik untuk melihat proses produksi hasil cengkih, kopi dan olahan karet.

Selain melihat proses produksi, wisatawan juga akan diajak keliling untuk melihat bangunan kuno peninggalan Belanda yang masih difungsikan sebagai kantor Perkebunan Kalibendo. Setelah rampung menyusuri area pabrik dan kantor perkebunan, wisatawan akan diajak keliling kebun menggunakan sepeda pancal melalui track yang telah disediakan. Untuk keliling perkebunan, wisatawan akan start dari kantor Perkebunan Kalibendo.

Saat berkeliling menggunakan sepeda pancal, pengunjung akan bertemu dengan ribuan tanaman pohon cengkih berdiri tegak. Di sana wisatawan akan diberi tahu sejarah penanaman cengkih, produksi cengkih, hasil buah cengkih dan informasi lainnya seputar tanaman cengkih. Setelah melewati area perkebunan cengkih, wisatawan akan bertemu dengan hamparan ribuan tanaman pohon karet yang berdiri tegak.

Pada area pohon karet ini, pengunjung akan menikmati udara segar dari pohon karet yang ditanam rapi. Puas berkeliling kebun karet, wisatawan akan bertemu dengan kebun kopi. Di area tanaman kopi ini, wisatawan disediakan fasilitas berupa Pondok Robusta dengan beberapa fasilitas yang tersedia seperti tempat duduk dan meja yang terbuat dari kayu dan bambu. Di tempat ini, wisatawan dapatberistirahat sejenak setelah menempuh perjalanan menggunakan sepeda pancal dari pabrik Perkebunan.

Di Pondok Robusta itu pula, wisatawan dapat menikmati sajian kopi dan wedang teh. Perkebunan menyediakan kopi hasil produksi Perkebunan Kalibendo dan beberapa jajanan khas Banyuwangi dengan harga terjangkau. Di tempat ini pula, wisatawan juga bisa melihat proses produksi jajan khas Banyuwangi sembari menikmatinya wedang kopi dan teh pada pagi hari. Setelah menghilangkan kepenatan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju pondok karet yang dibangun ditengah-tengah hamparan pohon karet.

Di pondok karet ini, wisatawan bisa mendapatkan saran pagi khas Banyuwangi. Sembari menyantap sarapan khas using, pengunjung akan diperkenalkan produksi yang dihasilkan Perkebunan Kalibendo. Pondok karet ini pula, wisatawan dapat berkeliling untuk melihat tanaman pohon karet yang usianya di atas 20 tahun. Wisatawan juga bisa melihatproses penyadapan karet yang dilakukan buru. Dalam sehari, penyadapan pohon karet dilakukan pada pagi dan siang. Hasil penyadapan pagi hari, akan dipanen pada siang hari.

Sedangkan penyadapan siang, akan diambil pada sore. Wisatawan dapat bebas memilih kunjungan pagi atau sore. Usai menikmati sarapan di pondok karet, wisatawan akan diajak melanjutkan perjalanan. Kali ini, wisatawan jalan tidak menggunakan sepeda pancal, namun akan jalan kaki menyusuri jogging track menuruni sekitar 145 anak tangga menuju sungai Kalibendo. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati air terjun dan bisa menikmati segarnya air sungai Kalibendo.

Setelah turun di dasar sungai, wisatawan dengan berjalan kaki akan melewati tanjakan yang cukup menantang melewati pohon cengkih. Sukses melewati jalan tanjakan, wisatawan akan memasuki fi nish di area perumahan karyawan. Pihak perusahaan perkebunan juga menyediakan penginapan bagi wisatawan yang akan bermalam. “Tahun depan, kita akan mengembangkan tanaman bunga,” ujar Direktur Perkebunan Kalibendo, Chandra.

Bupati Abdullah Azwar Anas bersama dengan pimpinan SKPD kemarin melakukan uji coba terhadap track sepeda pancal dan jogging track. Bupati Anas dengan beberapa kepala dinas, sukses melewati track menantang menyusuri area perkebunan. Sedangkan beberapa kepala dinas, banyak yang tumbang sebelum mencapai fi nish. Pada tanjakan kebun karet setelah kebun cengkih, beberapa kepala dinas dan camat terpaksa turun dari sepedanya. Ada yang langsung menaikkan sepedanya ke atas truk dan ada pula yang berjalan kaki menaiki tanjakan sembari menuntun sepedanya.

Sedianya jogging track ini, tidak akan diperkenalkan tahun ini namun baru akan dilaunching pada tahun 2014. Namun karena dorongan kuat dari Bupati Anas, maka pihak perkebunan tidak bisa berkutik dan harus memperkenalkan destinasi wisata baru kepada publik itu. Penundaan launching destinasi wisata baru itu, cukup beralasan. Sebelum di-launching, pihak perkebunan masih akan menyiapkan infrastruktur wisata alam. Salah satunya, pihak perkebunan masih akan membangun kafe tebing.

Kafe itu akan dibangun di tebing gunung sungai Kalibendo yang dibawahnya berlatar belakang air sungai yang mengalir. Kafe tebing ini, akan dibangun pada tahun 2014 mendatang. “Ini baru soft launching saja. Grand launching-nya akan dilaksanakan setelah selesai pembangunan kafe tebing,” ungkap Bupati Anas. Pihaknya mengapresiasi kerja cepat pihak Perkebunan Kalibendo. Kepada pihak swasta yang lainnya, Anas mendorong melakukan inovasi dan kreasi yang sama untuk memicu pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: