Bangun Kantor Baru yang Lebih Representatif

0
148

TEGALDLIMO – Pemerintah Desa (Pemdes) Tegaldlimo terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Yang terbaru, desa yang dipimpin kepala desa (kades) Moch. Bunyamin itu tengah membangun sebuah kantor baru. Proses pembangunan itu berlangsung bertahap. Bangunan kantor tersebut mulai digarap 2011 lalu. Hingga kemarin, pembangunan masih berlangsung. Pembangunan gedung tersebut ditargetkan tuntas tahun 2013 ini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pembangunan gedung persis di sebelah barat kantor lama itu menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD). Proyek itu juga disokong dana swadaya masyarakat. Tentu kondisi tersebut membuat jajaran pemdes bangga. Kades Bunyamin menuturkan, kantor yang lama sudah tidak layak digunakan. Karena itu, pihaknya membuat terobosan membangun kantor baru demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ‘’Jika kantor nyaman, pelayanan masyarakat juga akan meningkat,’’ katanya.

Loading...

Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Kades Bunyamin mengaku sudah merancang desain bangunan tersebut seideal mungkin. Bahkan, konstruksi bangunan tersebut dianggap sangat kuat. ‘’Fondasi sangat dalam, beda dengan bangunan lain,’’ jelasnya kemarin. Dia menambahkan, gedung tersebut bisa ditambah yakni bisa dirancangdengan dua lantai. ‘’Atap sudah cor. Makanya, ke depan bisa diteruskan kepada kades selanjutnya. Sebab, saya sudah tidak bisa mencalonkan lagi, karena sudah dua kali periode,’’ pesannya lelaki yang habis masa jabatannya tahun 2013 ini.

Karena itu, Kades Bunyamin mengaku ingin memberikan kenangkenangan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya adalah selesainya bangunan kantor baru itu. ‘’Nanti, kami targetkan bangunan ini rampung sebelum jabatan saya berakhir,’’ terangnya. Di sisi lain, banyak potensi warga yang sudah digeluti untuk meningkatkan kesejahteraan. Selama ini, masyarakat desa setempat adalah sebagai petani.

‘’Mayoritas warga bekerja sebagai petani. Saat ini, lahan persawahan ditanami padi dan jeruk,’’ katanya. Selain itu, selama ini masyarakat juga mempunyai usaha lain yaitu budi daya ikan tawar. Kini, sudah  tercatat 43 kolam ikan berbagai jenis. ‘’Demi meningkatkan penghasilan, kita dorong masyarakat untuk menggeluti budi daya ikan menjadi penghasilan utama,’’ pungkasnya. (radar)

Loading...