Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Banjir Bandang Situbondo Rendam 6.324 Rumah di Lima Kecamatan, Korban Terdampak Terus Bertambah

banjir-bandang-situbondo-rendam-6.324-rumah-di-lima-kecamatan,-korban-terdampak-terus-bertambah
Banjir Bandang Situbondo Rendam 6.324 Rumah di Lima Kecamatan, Korban Terdampak Terus Bertambah

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo pada Rabu lalu (21/1) meninggalkan dampak luas.

Ribuan rumah warga terendam, sementara aktivitas masyarakat lumpuh di sejumlah wilayah.

Hingga kini, jumlah rumah terdampak diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, banjir bandang tersebut berdampak pada lima kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur. Total sementara tercatat 6.324 rumah warga terdampak.

Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga dilaporkan mengenai sejumlah fasilitas umum.

Beberapa sekolah ikut terdampak, meski hingga kini jumlah pastinya masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Timbul Surjanto menjelaskan, rumah terdampak tersebar di lima kecamatan dengan rincian yang cukup signifikan.

Di Kecamatan Kendit tercatat 154 rumah terdampak, Kecamatan Bungatan 130 rumah, Kecamatan Mlandingan 169 rumah, Kecamatan Besuki 5.431 rumah, dan Kecamatan Banyuglugur 440 rumah.

“Total sementara rumah yang terdampak banjir bandang di lima kecamatan sebanyak 6.324 unit. Saat ini petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan rumah, apakah rusak ringan, sedang, atau berat,” kata Timbul, Jumat (23/1).

Ia menambahkan, pendataan masih terus dilakukan secara menyeluruh. Selain rumah warga, BPBD juga mencatat dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya.

“Pendataan sekolah-sekolah yang terdampak banjir masih berlangsung. Belum bisa kami pastikan jumlahnya karena kondisi di setiap lokasi berbeda-beda,” jelasnya.

Timbul menyebutkan, hingga saat ini jumlah warga yang terdampak banjir bandang mencapai 6.328 jiwa.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan sangat mungkin bertambah seiring hasil asesmen lanjutan di lapangan.

“Untuk data sementara, jumlah warga terdampak mencapai 6.328 jiwa. Data ini masih terus bergerak dan kemungkinan akan bertambah,” imbuhnya.


Page 2

Menurut Timbul, proses pendataan dilakukan secara detail agar seluruh dampak bencana dapat terpetakan dengan baik.

Hal ini penting sebagai dasar penyaluran bantuan dan penanganan pascabencana.

“Pendataan masih berlangsung menyesuaikan hasil asesmen di lapangan, mulai dari kerusakan sedang hingga parah. Pendataan fasilitas umum, termasuk sekolah, juga masih dalam proses,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menjelaskan, banjir bandang dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda Situbondo selama sepekan terakhir.

Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.

“Air sungai meluap ke permukiman warga karena sungai tidak mampu menampung debit air yang terus bertambah, sehingga terjadilah banjir bandang,” ujar Ulfiyah.

Ia mengungkapkan, wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Besuki. Di wilayah ini, ribuan rumah warga terendam banjir.

Berdasarkan data sementara, tercatat 2.822 rumah warga terdampak di Kecamatan Besuki.

Tak hanya kerugian material, banjir bandang juga menelan korban jiwa. Dua orang korban, bapak dan anak, dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat banjir melanda kawasan permukiman.

“Wilayah terparah memang di Kecamatan Besuki. Kami sangat berduka karena ada korban jiwa. Saat ini kami fokus pada penanganan warga terdampak,” kata Ulfiyah.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Pemkab Situbondo telah menyiapkan dapur umum di Kecamatan Besuki.

Dapur umum tersebut disiapkan untuk memastikan ketersediaan logistik, makanan, dan minuman bagi warga terdampak banjir bandang.

“Kami telah menyiapkan dapur umum di Kecamatan Besuki untuk memenuhi kebutuhan logistik, makanan, dan minuman bagi warga terdampak banjir,” jelasnya.

Pemkab Situbondo bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, sekaligus mempercepat pendataan agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran kepada seluruh korban banjir bandang. (rif/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo pada Rabu lalu (21/1) meninggalkan dampak luas.

Ribuan rumah warga terendam, sementara aktivitas masyarakat lumpuh di sejumlah wilayah.

Hingga kini, jumlah rumah terdampak diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, banjir bandang tersebut berdampak pada lima kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur. Total sementara tercatat 6.324 rumah warga terdampak.

Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga dilaporkan mengenai sejumlah fasilitas umum.

Beberapa sekolah ikut terdampak, meski hingga kini jumlah pastinya masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Timbul Surjanto menjelaskan, rumah terdampak tersebar di lima kecamatan dengan rincian yang cukup signifikan.

Di Kecamatan Kendit tercatat 154 rumah terdampak, Kecamatan Bungatan 130 rumah, Kecamatan Mlandingan 169 rumah, Kecamatan Besuki 5.431 rumah, dan Kecamatan Banyuglugur 440 rumah.

“Total sementara rumah yang terdampak banjir bandang di lima kecamatan sebanyak 6.324 unit. Saat ini petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan rumah, apakah rusak ringan, sedang, atau berat,” kata Timbul, Jumat (23/1).

Ia menambahkan, pendataan masih terus dilakukan secara menyeluruh. Selain rumah warga, BPBD juga mencatat dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya.

“Pendataan sekolah-sekolah yang terdampak banjir masih berlangsung. Belum bisa kami pastikan jumlahnya karena kondisi di setiap lokasi berbeda-beda,” jelasnya.

Timbul menyebutkan, hingga saat ini jumlah warga yang terdampak banjir bandang mencapai 6.328 jiwa.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan sangat mungkin bertambah seiring hasil asesmen lanjutan di lapangan.

“Untuk data sementara, jumlah warga terdampak mencapai 6.328 jiwa. Data ini masih terus bergerak dan kemungkinan akan bertambah,” imbuhnya.