Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Banjir Rendam Jalur Rel, KA Blambangan Ekspres Ketapang–Pasarsenen Batal Berangkat

banjir-rendam-jalur-rel,-ka-blambangan-ekspres-ketapang–pasarsenen-batal-berangkat
Banjir Rendam Jalur Rel, KA Blambangan Ekspres Ketapang–Pasarsenen Batal Berangkat

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah berdampak langsung pada kelancaran perjalanan kereta api.

Pada Minggu (18/1), PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasarsenen yang diberangkatkan dari wilayah Daop 9 Jember.

Pembatalan dilakukan menyusul banjir yang masih menggenangi beberapa stasiun dan lintasan rel di jalur yang dilalui kereta tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi PT KAI Daop 9 Jember, banjir terpantau masih terjadi di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.

IMG-20260118-WA0022-4192060243.jpg

URUNG BERANGKAT: KA Blambangan Ekspres tak beroperasi akibat banjir yang terjadi di beberapa Stasiun salah satunya di Stasiun Pekalongan Jawa Tengah, Minggu (18/1). (DAOP 9 FOR RADAR BANYUWANGI)

Kedua daerah operasi tersebut merupakan bagian dari lintasan yang harus dilalui KA Blambangan Ekspres menuju Stasiun Pasarsenen, Jakarta.

Kondisi genangan air di sekitar jalur rel dinilai belum sepenuhnya aman untuk dilalui.

Oleh karena itu, KAI mengambil langkah antisipatif dengan melakukan rekayasa pola operasi, termasuk membatalkan perjalanan kereta, guna memastikan keselamatan penumpang dan awak sarana.

Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air menggenangi lintasan rel di sejumlah titik.

Situasi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas jalur dan keselamatan perjalanan kereta api.

“Dengan bertambahnya titik banjir serta potensi keterlambatan yang semakin besar, KAI mengambil kebijakan pembatalan perjalanan sebagai langkah preventif demi keselamatan penumpang,” ujar Cahyo.

Akibat keputusan tersebut, KA Blambangan Ekspres yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Ketapang menuju Stasiun Pasarsenen pada Minggu (18/1) resmi dibatalkan.

Pembatalan ini menjadi bagian dari penyesuaian operasional yang dilakukan KAI di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Tak hanya KA Blambangan Ekspres, gangguan perjalanan juga dirasakan oleh KA Pandalungan relasi Jember–Gambir.


Page 2

Kereta tersebut mengalami keterlambatan serta penyesuaian rute akibat kondisi lintasan yang belum sepenuhnya pulih dari dampak banjir.

Untuk mempercepat pemulihan, KAI Daop 9 Jember telah mengerahkan petugas prasarana dan sarana ke lapangan.

Upaya penanganan dilakukan secara intensif, mulai dari pemeriksaan jalur, normalisasi lintasan, hingga penguatan badan jalan rel di titik-titik rawan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan aman,” tambah Cahyo.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan kompensasi berupa pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi penumpang KA Blambangan Ekspres yang perjalanannya dibatalkan.

Tercatat, sebanyak 519 penumpang dari wilayah Daop 9 Jember terdampak kebijakan ini.

Pengembalian tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun Contact Center KAI 121, dengan batas waktu pengajuan maksimal tujuh hari sejak tanggal pembatalan perjalanan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini seiring perkembangan penanganan kondisi lintasan di lapangan,” pungkas Cahyo.

KAI mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait perjalanan kereta api, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Keselamatan perjalanan, tegas KAI, tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan operasional. (fre)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah berdampak langsung pada kelancaran perjalanan kereta api.

Pada Minggu (18/1), PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasarsenen yang diberangkatkan dari wilayah Daop 9 Jember.

Pembatalan dilakukan menyusul banjir yang masih menggenangi beberapa stasiun dan lintasan rel di jalur yang dilalui kereta tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi PT KAI Daop 9 Jember, banjir terpantau masih terjadi di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.

IMG-20260118-WA0022-4192060243.jpg

URUNG BERANGKAT: KA Blambangan Ekspres tak beroperasi akibat banjir yang terjadi di beberapa Stasiun salah satunya di Stasiun Pekalongan Jawa Tengah, Minggu (18/1). (DAOP 9 FOR RADAR BANYUWANGI)

Kedua daerah operasi tersebut merupakan bagian dari lintasan yang harus dilalui KA Blambangan Ekspres menuju Stasiun Pasarsenen, Jakarta.

Kondisi genangan air di sekitar jalur rel dinilai belum sepenuhnya aman untuk dilalui.

Oleh karena itu, KAI mengambil langkah antisipatif dengan melakukan rekayasa pola operasi, termasuk membatalkan perjalanan kereta, guna memastikan keselamatan penumpang dan awak sarana.

Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air menggenangi lintasan rel di sejumlah titik.

Situasi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas jalur dan keselamatan perjalanan kereta api.

“Dengan bertambahnya titik banjir serta potensi keterlambatan yang semakin besar, KAI mengambil kebijakan pembatalan perjalanan sebagai langkah preventif demi keselamatan penumpang,” ujar Cahyo.

Akibat keputusan tersebut, KA Blambangan Ekspres yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Ketapang menuju Stasiun Pasarsenen pada Minggu (18/1) resmi dibatalkan.

Pembatalan ini menjadi bagian dari penyesuaian operasional yang dilakukan KAI di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Tak hanya KA Blambangan Ekspres, gangguan perjalanan juga dirasakan oleh KA Pandalungan relasi Jember–Gambir.