Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Ratusan Perempuan Pesisir Banyuwangi Ikuti Festival Layar Puan

ratusan-perempuan-pesisir-banyuwangi-ikuti-festival-layar-puan
Ratusan Perempuan Pesisir Banyuwangi Ikuti Festival Layar Puan

detik.com

Banyuwangi

Ratusan perempuan pesisir di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mengikuti Festival Layar Puan Pesisir, program dukungan Kementerian Kebudayaan RI (Kemenbud RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Dana Indonesia. Kegiatan ini digelar selama lima hari, menawarkan ruang belajar kreatif dan produktif sekaligus menjaga kultur sosial masyarakat pesisir.

Kegiatan dibuka dengan tradisi Gandrung Ruwat, tari ritual kontemporer yang lahir dari dekonstruksi Gandrung tradisional, ditampilkan di atas geladak kapal nelayan.

Menurut Celine Anjanette, manajer program Layar Puan Pesisir, perempuan pesisir menjadi penyokong utama keluarga nelayan dengan beban kerja yang mencapai 14 hingga 20 jam sehari, baik di ranah publik maupun privat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kontribusi Perempuan pesisir luar biasa, namun kontribusi besar tersebut seringkali luput dari sorotan. Layar Puan Pesisir hadir untuk membuka ruang dengar, ruang pandang, dan ruang dialog, agar kisah-kisah perempuan pesisir dapat dilihat, didengar, dan dirayakan secara kolektif,” jelas Celine, Kamis (26/2/2026).

Festival mengusung tema ‘Pangan dan Papan Perempuan Pesisir’, mencakup pelatihan produksi film tari menggunakan alat sederhana, seminar, tur keliling perkampungan, hingga pelatihan kuliner lokal, termasuk eksperimen membuat rujak kelang.

“Produksi film tari tidak harus bergantung pada perangkat mahal. Dengan telepon genggam, siapapun dapat merekam, menyunting, dan menayangkan kisahnya sendiri,” tambah Celine.

Sementara salah satu peserta dari Teater Tirakat Optimum SMAN Giri 1 Banyuwangi, Pradistya Cahya, mengaku senang dapat tergabung dalam kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda tersebut.

“Saya mengucapkan beribu terima kasih atas terselenggaranya Festival Layar Puan Pesisir. Kami mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sangat luar biasa,” ungkap Pradistya Cahya.

Kegiatan ditutup dengan pemutaran film hasil produksi masing-masing kelompok secara terbuka, yang disaksikan ratusan warga Muncar, menandai puncak festival yang mengangkat peran perempuan pesisir dalam kehidupan sosial dan budaya setempat.

20D

(auh/dpe)