BANYUWANGI, KOMPAS.com – Wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur masih menjadi primadona masyarakat, seperti yang terjadi saat momen libur Natal dan Tahun Baru, wilayah di ujung timur Pulau Jawa tersebut mencatatkan 290.776 kunjungan wisatawan.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, jumlah tersebut adalah catatan kunjungan wisatawan di rentang waktu 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Dan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 50 ribu kunjungan atau sekitar 21 persen.
“Capaian ini tergolong bagus. Karena kita melihat, di daerah-daerah tujuan wisata lain, terjadi penurunan kunjungan selama Nataru,” kata Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Banyuwangi Taufik Rohman, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Berburu Sunrise Terbaik di Banyuwangi
Destinasi wisata alam masih menjadi primadona bagi wisatawan-wisatawan yang berlibur selama Nataru.
Di antaranya adalah TWA Kawah Ijen, Pantai Marina Boom, Hutan de Djawatan, Pantai Pulau Merah, Banyuwangi Park, Bangsring Under Water, dan Pemandian Jopuro.
“Wisata alam memang akan selalu mendominasi karena destinasi di Banyuwangi mayoritas adalah destinasi alam. Sekitar 95 persen dari seluruh destinasi yang ada,” tambahnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Murah di Banyuwangi, Cuma Rp 5.000
Selain yang sudah lama dikenal, destinasi wisata rintisan juga menjadi tujuan para pelancong selama Nataru, seperti destinasi ekowisata Gerbang Raung di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Pada beberapa moment saat Nataru, tempat wisata itu dipenuhi oleh wisatawan yang ingin merasakan sensasi berlibur di alam.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, berdampak bersar terhadap berbagai sektor.
Terutama sektor yang berkaitan terhadap pariwisata, baik berkaitan secara langsung maupun tidak langsung.
Baca juga: 416.945 Orang Gunakan Kereta Api di Daop 9 Selama Nataru, Banyuwangi dan Jember Terbanyak
Perputaran ekonomi para pelaku jasa wisata seperti hotel-homestay, usaha mikro kecil menengah (UMKM), persewaan kendaraan, dan berbagai sektor lain disebutnya turut terangkat.
“Kita bersyukur dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel dan homestay penuh, wisatawan juga berbelanja di UMKM kita, sewa kendaraan di persewaan yang ada di Banyuwangi, semua sektor yang berkaitan dengan wisata Alhamdulillah terangkat,” kata dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang








