Banyuwangi Pilot Project Budi Daya Sidat

0
636

WONGSOREJO – Sidat alias oleng memiliki  keunggulan luar biasa. Dari segi kualitas, sidat Banyuwangi memiliki kualitas paling bagus dibandingkan sidat di daerah lain. Dengan baiknya kualitas sidat, saat ini Banyuwangi dijadikan sebagai pilot project budidaya sidat di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat PenyuluhanPemberdayaan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Endang Suhaidy, mengatakan saat ini Indonesia sudah terkenal sebagai pusat pembenihan sidat di dunia. Dari berbagai macam sidat di dunia yang paling disukai masyarakat dunia-khususnya orang Jepang adalah sidat di Indonesia, yakni jenis anguilla bicolor.

Jenis sidat ini banyak terdapat di muara-muara sungai di Banyuwangi. “Pasar sidat anguilla bicolor sangat luar biasa di dunia,” kata Endang. Meski belum bisa memenuhi permintaan sidat dari luar negeri, sidat Banyuwangi memang layak dijadikan sebagai sidat unggulan dunia.

Setiap bulan sidat Banyuwangi yang diekspor ke mencapai 3 sampai 4 kontainer. ” Tapi jumlah tersebut masih sangat sedikit dibandingkan permintaan. Produksi sidat kita masih sedikit saya ldra,” tambah Endang.

Masih minimnya ekspor itu disebabkan Indonesia belum memiliki teknologi yang mempuni untuk mengembangbialkan bibit  sidat. Selama ini bibit sidat yang diperoleh adalah hasil tangkapan  para warga yang telah dikumpulkan menjadi satu di Balai Pelatihan dan Penelitian Perikanan (BPPP) Bangsring.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Teladan, Sepuluh Wajib Pajak Banyuwangi Raih Penghargaan