Barista Cilik Beraksi di Festival Ngopi Sepuluh Ewu

0
853
Para barista cilik ikut meramaikan festival kopi sepuluh ewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi
Para barista cilik ikut meramaikan festival kopi sepuluh ewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi

BANYUWANGI – Warna-warni Banyuwangi Festival (B-Fest) 2017 berlanjut Sabtu malam (21/10). Kali ini, puluhan ribu cangkir kopi tersaji di tepi sepanjang jalan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Saking banyaknya kopi yang disuguhkan, desa adat yang berlokasi di kawasan kaki Gunung Ijen tersebut layaknya dilanda banjir kopi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ya, setelah beragam event berbasis seni tradisi lokal, sport tourism, hingga budaya agraris dan lain-lain, tadi malam Pemkab Banyuwangi menggelar event bertajuk Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Event ini bertujuan untuk semakin mendongkrak pamor kopi lokal Bumi Blambangan.

Loading...

Bukan hanya bertujuan mengangkat pamor kopi lokal Banyuwangi, Festival Ngopi Sepuluh Ewu juga mengangkat falsafah yang dipegang teguh warga Oseng Kemiren, yakni ”Sak Corot Dadi Sakduluran” atau ‘Sekali Seduh Kita Bersaudara’.

Tak heran, pelataran rumah maupun tepi sepanjang jalan Desa Kemiren disulap menjadi ruang tamu yang menyuguhkan kopi Oseng dan jajanan tradisional Banyuwangi. Setiap orang bisa duduk di halaman rumah siapa saja.

Menariknya lagi, cangkir yang digunakan untuk wadah kopi pada festival kali ini memiliki bentuk dan motif yang seragam. ”Unik. Baru kali ini saya menjumpai event seperti ini,” ujar Desy, salah satu pengunjung asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2