Bekas Obor Bambu Dibawa Pulang ke Amerika

0
1984
Warga Amerika Serikat, Jimmy Delarosa, dan warga Jerman, Katharina Wessel-Bothe, berbaur dengan warga Desa Kelir, Kecamtan Kalipuro, Sabtu (24/6) malam.

 

PADA modern seperti sekarang, prosesi takbir keliling dengan berjalan kaki membawa obor bambu sembari menabuh beduk sudah sangat jarang dilakukan. Kaum muda sekarang lebih cenderung memilih mengisi malam takbir dengan keliling menaiki motor, mobil, truk, sambil menyalakan sound system ribuan watt.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tapi, tradisi takbir keliling dengan berjalan sambil membawa obor dari bambu itu masih tetap lestari di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Oncor-oncoran (Pawai Obor) menyambut datangnya Idul Fitri itu juga digelar warga Desa Kelir menyambut Idul Fitri 1438 H, Sabtu (24/6) malam lalu.

Ratusan anak-anak, remaja, dan orang dewasa memenuhi jalanan utama desa untuk melakukan takbir keliling kampung. Sambil mendengungkan takbir dan tahmid, warga membawa dan menyalakan oncor (obor dari bambu).

Agar suasana lebih meriah, mereka juga menyalakan ratusan kembang api di sepanjang jalan yang dilalui. Dentuman meriam bambu dan kembang api terdengar bersahutan. Warga juga melakukan atraksi dengan menyemburkan minyak ke api.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last