Belajar Atasi Prostitusi di Pulau Kalimantan

0
378
SEPI: Suasana ruang komisi-komisi di DPRD Banyuwangi kemarin.
SEPI: Suasana ruang komisi-komisi di DPRD Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota dewan kembali berlanjut. Pasca pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD), seluruh wakil rakyat yang tergabung di empat komisi di DPRD Banyuwangi langsung “boyongan” keluar pulau Agar tidak terlihat mencolok, kepergian kalangan legislator yang terhormat tersebut dibagi dalam dua rombongan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rombongan pertama yang terdiri atas anggota komisi I dan komisi II sudah bertolak ke Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak Minggu (23/9). Anggota komisi III dan IV dijadwalkan baru berangkat sore ini (25/9).

Dikonfi rmasi via telepon kemarin (24/9), anggota Komisi I DPRD Banyuwangi, Suminto, membenarkan pihaknya melakukan kunker. “Hari ini (kemarin) kami melakukan kunjungan ke Kabupaten Kapingan,” ujarnya.

Di kabupaten yang berjarak sekitar 80 Kilometer (Km) arah barat Palangkaraya tersebut, anggota dewan belajar menangani lokalisasi. Sebab, saat ini masalah prostitusi menjadi isu penting di Banyuwangi menyusul pemkab menutup sejumlah lokalisasi.

Dikatakannya, seluruh anggota komisi I dan II mencari tahu perbandingan penanganan prostitusi di Kapingan dan Banyuwangi. “Penutupan lokalisasi di Banyuwangi cenderung menggunakan pendekatan represif. Beberapa kelompok yang pro penutupan lokalisasi memberikan dukungan tanpa reserve,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last