Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Ular Piton 3 Meter Masuk Kandang Ayam Warga Gambiran Banyuwangi, Damkarmat Sudah Tiga Kali Evakuasi dalam 10 Hari

ular-piton-3-meter-masuk-kandang-ayam-warga-gambiran-banyuwangi,-damkarmat-sudah-tiga-kali-evakuasi-dalam-10-hari
Ular Piton 3 Meter Masuk Kandang Ayam Warga Gambiran Banyuwangi, Damkarmat Sudah Tiga Kali Evakuasi dalam 10 Hari

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi kembali berjibaku mengevakuasi ular piton berukuran jumbo yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, setidaknya sudah tiga kali petugas harus turun tangan menangani kemunculan ular sanca yang meresahkan masyarakat.

Terbaru, Tim Damkarmat Sektor Genteng mengevakuasi seekor ular piton di Dusun Krajan 1, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Minggu (8/3).

Hewan melata tersebut ditemukan berada di kandang ayam milik warga sehingga menimbulkan kekhawatiran.

7-13-maret-628259139.jpeg

Selain ukurannya yang cukup besar, ular tersebut juga diduga kuat telah memangsa beberapa ekor ayam milik warga sekitar.

Petugas Damkarmat Sektor Genteng Irfan Muklisin mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait keberadaan ular piton di sekitar permukiman pada Minggu petang sekitar pukul 18.03.

“Warga melapor ada ular piton di permukiman,” ujarnya.

Laporan tersebut disampaikan oleh Nurkholis, 45, warga Dusun Krajan 1. Dalam laporannya, ia menyebut ada ular piton yang terlihat berada di dalam kandang ayam miliknya.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas Damkarmat langsung menyiapkan peralatan evakuasi, mulai dari alat pelindung diri (APD), sarung tangan khusus, hingga capit ular.

“Setelah persiapan selesai, kami langsung menuju ke lokasi,” kata Muklisin.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemeriksaan di sekitar kandang ayam yang dimaksud.

Hasil pengecekan memastikan bahwa memang terdapat seekor ular piton bersembunyi di area tersebut.

Saat ditemukan, kondisi perut ular terlihat membesar sehingga diduga kuat baru saja memangsa ayam milik warga.


Page 2

“Ular sepanjang sekitar tiga meter itu langsung kami evakuasi dengan aman dari kandang ayam,” tuturnya.

Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati untuk menghindari risiko bagi petugas maupun warga sekitar.

Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut kemudian dibawa petugas untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman.

“Ular kami lepaskan ke habitat alaminya supaya tidak membahayakan masyarakat,” jelas Muklisin.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan seperti sekarang.

Kondisi tersebut kerap membuat ular keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman untuk mencari makanan maupun tempat berlindung.

“Kalau menemukan kejadian serupa, warga diharapkan segera melapor agar bisa segera ditangani petugas,” imbaunya.

Muklisin menambahkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya memang cukup sering menerima laporan terkait kemunculan ular piton di permukiman warga.

Sebelumnya, pada Sabtu malam (28/2), seekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter menggegerkan warga Dusun Krajan, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari.

Ular sanca kembang tersebut terlihat berkeliaran di atap bangunan bekas kandang ayam yang berada di kawasan permukiman.

Petugas Damkarmat yang datang ke lokasi akhirnya berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman.

Sehari berselang, tepatnya Minggu (1/3), Tim Damkarmat Sektor Srono kembali melakukan evakuasi ular piton yang meresahkan warga Dusun Sumberejo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono.

Ular tersebut diduga beberapa kali memangsa hewan ternak milik warga sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.

Serangkaian kejadian tersebut membuat Damkarmat Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat menyimpan hewan ternak di sekitar rumah. Sebab, bau ternak seringkali menarik perhatian predator seperti ular piton.

Dengan meningkatnya laporan kemunculan ular di kawasan permukiman, Damkarmat juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari semak-semak atau tempat gelap yang dapat menjadi sarang ular. (why/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi kembali berjibaku mengevakuasi ular piton berukuran jumbo yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, setidaknya sudah tiga kali petugas harus turun tangan menangani kemunculan ular sanca yang meresahkan masyarakat.

Terbaru, Tim Damkarmat Sektor Genteng mengevakuasi seekor ular piton di Dusun Krajan 1, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Minggu (8/3).

Hewan melata tersebut ditemukan berada di kandang ayam milik warga sehingga menimbulkan kekhawatiran.

7-13-maret-628259139.jpeg

Selain ukurannya yang cukup besar, ular tersebut juga diduga kuat telah memangsa beberapa ekor ayam milik warga sekitar.

Petugas Damkarmat Sektor Genteng Irfan Muklisin mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait keberadaan ular piton di sekitar permukiman pada Minggu petang sekitar pukul 18.03.

“Warga melapor ada ular piton di permukiman,” ujarnya.

Laporan tersebut disampaikan oleh Nurkholis, 45, warga Dusun Krajan 1. Dalam laporannya, ia menyebut ada ular piton yang terlihat berada di dalam kandang ayam miliknya.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas Damkarmat langsung menyiapkan peralatan evakuasi, mulai dari alat pelindung diri (APD), sarung tangan khusus, hingga capit ular.

“Setelah persiapan selesai, kami langsung menuju ke lokasi,” kata Muklisin.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemeriksaan di sekitar kandang ayam yang dimaksud.

Hasil pengecekan memastikan bahwa memang terdapat seekor ular piton bersembunyi di area tersebut.

Saat ditemukan, kondisi perut ular terlihat membesar sehingga diduga kuat baru saja memangsa ayam milik warga.