Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Satlantas Polresta Banyuwangi Siapkan Buffer Zone di Ketapang, Antisipasi Kemacetan Arus Mudik dan Balik Lebaran

satlantas-polresta-banyuwangi-siapkan-buffer-zone-di-ketapang,-antisipasi-kemacetan-arus-mudik-dan-balik-lebaran
Satlantas Polresta Banyuwangi Siapkan Buffer Zone di Ketapang, Antisipasi Kemacetan Arus Mudik dan Balik Lebaran

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi menyiapkan sejumlah buffer zone atau kantong parkir sementara untuk kendaraan besar.

Langkah ini dilakukan sebagai strategi mengurai potensi kemacetan, khususnya di jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pemetaan jalur rawan kemacetan hingga pemantauan langsung kesiapan titik-titik buffer zone.

Pemantauan intensif dilakukan guna memastikan seluruh lokasi siap difungsikan saat terjadi lonjakan volume kendaraan.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, menjelaskan bahwa buffer zone akan difungsikan sebagai kantong parkir sementara bagi kendaraan angkutan barang maupun kendaraan pribadi jika terjadi peningkatan arus secara signifikan.

“Skema ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di titik rawan macet, seperti area pelabuhan, pasar, serta akses menuju pintu masuk Pelabuhan ASDP,” ujarnya.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Pelabuhan Ketapang menjadi salah satu simpul transportasi vital saat musim mudik. Setiap tahun, ribuan kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk logistik memadati jalur menuju pelabuhan untuk menyeberang ke Bali.

Lonjakan kendaraan yang terjadi dalam waktu bersamaan kerap memicu antrean panjang. Untuk itu, keberadaan buffer zone menjadi langkah preventif agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Petugas memastikan lokasi buffer zone dalam kondisi siap, baik dari segi kapasitas parkir sementara, akses keluar-masuk kendaraan, hingga kelengkapan rambu lalu lintas dan penerangan.

“Jika terjadi peningkatan arus kendaraan secara tiba-tiba, petugas akan mengalihkan kendaraan ke lokasi penampungan sementara hingga kondisi lalu lintas kembali normal,” jelas Krisna.

Koordinasi Lintas Instansi

Selain memastikan kesiapan fisik lokasi, Satlantas juga menjalin koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pengelola jalan dan pihak pelabuhan. Sinergi tersebut diperlukan agar rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara terpadu.

“Selain memastikan kesiapan lokasi, kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan pengelola jalan serta pelabuhan untuk menyinergikan pengaturan lalu lintas,” ungkapnya.

Menurut dia, strategi ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga menjamin keselamatan pengguna jalan.

Dengan pengaturan arus yang lebih terkontrol, risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan dapat diminimalisir.


Page 2

Satlantas Polresta Banyuwangi juga menyiagakan personel tambahan selama periode arus mudik dan balik Lebaran. Penempatan petugas difokuskan di titik-titik rawan kepadatan dan persimpangan strategis.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi beberapa hari menjelang Hari Raya. Sementara arus balik diprediksi meningkat pada H+3 hingga H+7 Lebaran.

“Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Krisna.

Ia juga mengingatkan pengemudi kendaraan besar agar memperhatikan jadwal operasional dan kebijakan pembatasan jika diberlakukan. Kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci kelancaran arus lalu lintas.

Dengan optimalisasi buffer zone dan kesiapsiagaan personel, Satlantas berharap arus mudik dan balik tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.

“Kita harapkan tidak ada kemacetan yang berarti, sehingga arus lalu lintas tetap lancar dan masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan nyaman,” harapnya.

Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama pada momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.

Dengan perencanaan matang dan koordinasi lintas instansi, Banyuwangi diharapkan mampu mengelola lonjakan kendaraan secara efektif, sehingga tradisi mudik dan balik Lebaran tetap berlangsung aman dan tertib. (rio/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi menyiapkan sejumlah buffer zone atau kantong parkir sementara untuk kendaraan besar.

Langkah ini dilakukan sebagai strategi mengurai potensi kemacetan, khususnya di jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pemetaan jalur rawan kemacetan hingga pemantauan langsung kesiapan titik-titik buffer zone.

Pemantauan intensif dilakukan guna memastikan seluruh lokasi siap difungsikan saat terjadi lonjakan volume kendaraan.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, menjelaskan bahwa buffer zone akan difungsikan sebagai kantong parkir sementara bagi kendaraan angkutan barang maupun kendaraan pribadi jika terjadi peningkatan arus secara signifikan.

“Skema ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di titik rawan macet, seperti area pelabuhan, pasar, serta akses menuju pintu masuk Pelabuhan ASDP,” ujarnya.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Pelabuhan Ketapang menjadi salah satu simpul transportasi vital saat musim mudik. Setiap tahun, ribuan kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk logistik memadati jalur menuju pelabuhan untuk menyeberang ke Bali.

Lonjakan kendaraan yang terjadi dalam waktu bersamaan kerap memicu antrean panjang. Untuk itu, keberadaan buffer zone menjadi langkah preventif agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Petugas memastikan lokasi buffer zone dalam kondisi siap, baik dari segi kapasitas parkir sementara, akses keluar-masuk kendaraan, hingga kelengkapan rambu lalu lintas dan penerangan.

“Jika terjadi peningkatan arus kendaraan secara tiba-tiba, petugas akan mengalihkan kendaraan ke lokasi penampungan sementara hingga kondisi lalu lintas kembali normal,” jelas Krisna.

Koordinasi Lintas Instansi

Selain memastikan kesiapan fisik lokasi, Satlantas juga menjalin koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pengelola jalan dan pihak pelabuhan. Sinergi tersebut diperlukan agar rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara terpadu.

“Selain memastikan kesiapan lokasi, kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan pengelola jalan serta pelabuhan untuk menyinergikan pengaturan lalu lintas,” ungkapnya.

Menurut dia, strategi ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga menjamin keselamatan pengguna jalan.

Dengan pengaturan arus yang lebih terkontrol, risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan dapat diminimalisir.