Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Imlek Bertepatan Ramadan, Warga Tionghoa Banyuwangi Bagi Takjil-Sembako

imlek-bertepatan-ramadan,-warga-tionghoa-banyuwangi-bagi-takjil-sembako
Imlek Bertepatan Ramadan, Warga Tionghoa Banyuwangi Bagi Takjil-Sembako

detik.com

Banyuwangi

Perayaan Imlek di Banyuwangi tahun ini terasa berbeda. Momentum Tahun Baru China bertepatan dengan bulan suci Ramadan, namun hal itu tak menyurutkan semangat warga Tionghoa untuk merayakan sekaligus berbagi dengan sesama.

Ratusan warga Tionghoa menggelar rangkaian kegiatan sosial, mulai dari jalan sehat, senam bersama, donor darah, pembagian takjil hingga sembako bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Sekitar 500 anggota Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi dari berbagai kecamatan di Banyuwangi hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka kompak mengenakan atasan merah dan bawahan putih sebagai simbol harmoni dan persatuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua panitia kegiatan Ike Dinata mengatakan, perayaan Imlek tahun ini sengaja dikemas dalam bentuk aksi sosial sebagai wujud solidaritas lintas agama.

“Setiap momen hari besar keagamaan, kami selalu berusaha hadir. Saat Natal, Idul Fitri, maupun Imlek, kami isi dengan kegiatan sosial. Ini bentuk solidaritas dan kebersamaan antarumat beragama,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Perayaan Imlek kian meriah dengan hiburan atraksi barongsai yang diwarnai bagi-bagi angpao. Menurut Ike, momen Imlek yang bersamaan dengan Ramadan menjadi kesempatan istimewa untuk mempererat toleransi di Banyuwangi.

“Perayaan Imlek kali ini terasa spesial karena bersamaan dengan bulan puasa. Kami berbagi takjil dan sembako untuk saudara-saudara muslim yang menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi Agus Sudirman menuturkan, pihaknya telah dua dekade memimpin yayasan tersebut. Tahun kuda api ini menjadi momen pertama kalinya Imlek digelar berbarengan dengan bulan Ramadan.

“Baru kali ini Imlek bertepatan dengan Ramadan dan kami rangkai dengan jalan sehat, senam bersama, donor darah, pembagian sembako, takjil, hingga santunan peti jenazah gratis bagi keluarga kurang mampu,” katanya.

Ia berharap, momentum istimewa tahun ini kian memperkuat kekompakan antaranggota sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi.

“Dengan kebersamaan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan. Kekompakan itu indah,” pungkasnya.

Banyuwangi dikenal dengan akulturasi budaya dan keberagaman masyarakatnya. Berbagai suku, adat dan agama tinggal di kota Blambangan dalam harmoni.

20D

(auh/hil)