Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Berbondong-bondong Wisatawan Domestik Pelesiran di Bali

Detik.com



Denpasar

Sejumlah objek wisata di Pulau Dewata diserbu wisatawan domestik (wisdom) saat momen libur Idul Fitri 1444 Hijriah. Pengunjung berbondong-bondong sejak awal cuti bersama libur Lebaran yang dimulai pada 19 April 2023.

Kunjungan di objek wisata Tanah Lot di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, meningkat berlipat-lipat pada momen libur Lebaran ini. “Dari awal cuti bersama, meningkat secara perlahan,” ujar Asisten Manajer Daya Tarik Wisata Tanah Lot I Putu Toni Wirawan, Minggu (23/4/2023).

Toni menuturkan puncak kunjungan wisdom di Tanah Lot terjadi pada hari H Lebaran, Sabtu (22/4/2023). Jumlah kunjungan wisatawan di Tanah Lot tercatat 9.202 orang.

“Ini naiknya bertahap. Seminggu sebelum cuti bersama sudah sampai 3.000-an. Kalau hari-hari biasanya di 1.500 atau 2.000 kunjungan wisatawan,” sebutnya.

Seperti musim libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya, kunjungan lebih didominasi wisdom dari beberapa daerah luar Bali, seperti Jakarta atau Surabaya. Ia memperkirakan kunjungan pada Minggu (23/4/2023) masih akan berkisar 9.000-an orang atau lebih.

“Karena cuti bersama baru berakhir pada 25 April 2023 nanti,” terang dia.

Kunjungan juga membludak di objek wisata Ulun Danu Beratan di Kecamatan Baturiti, Tabanan. Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata mengungkapkan pengunjung pada hari H Lebaran tercatat sebanyak 2.839 wisatawan. Rinciannya, 2.098 wisatawan domestik dan 741 wisatawan asing.

Sama halnya dengan Tanah Lot, pengunjung di Ulun Danu Beratan juga mulai meningkat sejak seminggu sebelum cuti bersama. “Kalau sebelum cuti rata-rata kunjungan harian sekitar 1.000-an orang,” pungkasnya.

Tak hanya Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan di Tabanan, wisdom juga menyerbu Pantai Sanur di Denpasar, Bali. Seperti terlihat pada Minggu (23/4/2023) atau sehari setelah Lebaran. Wisatawan melakukan beragam aktivitas di sepanjang Pantai Sanur. Ada yang sekadar duduk-duduk, berendam, bermain pasirm hingga makan lumpia.

“(Saya) Datang ke sini dalam rangka cuti Lebaran,” ujar Wito (59), wisatawan asal Banyuwangi.

Wito menggunakan libur Lebaran ini untuk bertemu dengan anaknya yang bertugas di Pulau Dewata. Ia memilih Pantai Sanur lantaran dekat dengan penginapan, sehingga bisa menghemat waktu perjalanan.

Ia berlibur di Bali selama dua hari bersama 12 anggota keluarga. Sebelum berkunjung ke Pantai Sanur, Wito sudah mengunjungi Taman Safari di Gianyar.

“Kalau momen Lebaran tahun lalu, saya tidak ke mana-mana, karena masih pandemi COVID-19. Hanya silahturahmi dengan yang dekat,” tuturnya.

Antisipasi Kemacetan di Nusa Penida

Wisatawan berfoto di Kelingking Beach, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Sabtu (17/9/2022)Wisatawan berfoto di Kelingking Beach, Nusa Penida, Klungkung, Bali, beberapa waktu lalu. Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali

Destinasi wisata di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, dan sekitarnya juga dipadati wisdom saat libur Lebaran. Bahkan, wisatawan sudah memadati beberapa pelabuhan sejak Jumat (21/4/2023) lalu.

Dinas Perhubungan Klungkung pun menyiapkan skema lalu lintas untuk mengantisipasi antrean kendaraan di Nusa Penida. Termasuk dengan mengatur ritme lalu lalang mobil pengangkut wisatawan saat keluar dari pelabuhan.

“Kami sudah petakan daerah macet di mana saja. Di sana kami tempatkan petugas. Sejauh ini belum ada kemacetan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Gusti Gede Gunarta saat dikonfirmasi, Minggu (23/4/2023).

Saat libur Lebaran 2022, penumpukan kendaraan terjadi dari pintu keluar pelabuhan ke jalur utama Nusa Penida. Menurut Gunarta, kemacetan terjadi karena padatnya volume kendaraan akibat aktivitas menaikkan penumpang di pelabuhan.

Ia menambahkan, kemacetan tahun lalu disebabkan beberapa mobil yang parkir di bahu jalan. Parahnya, antrean kendaraan terjadi dari dua arah. Di sisi lain, ketersediaan kantong parkir yang belum memadai.

“Biasanya terjadi di jalur keluar Pelabuhan Banjar Nyuh, Sampalan, dan Pelabuhan Mentigi. Kami bisa tegaskan ke sopir angkutan pariwisata agar tertib dan tidak parkir sembarangan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal yang bisa dilakukan saat ini hanya mengatur ritme lalu lintas angkutan pariwisata dari pelabuhan ke jalan raya. Sebab, akses utama di Nusa Penida dari pesisir barat menuju timur hanya ada satu-satunya.

Berbeda dengan kawasan atas Nusa Penida yang sudah memiliki banyak akses dan jalurnya khusus. “Saat ini kami pastikan tidak ada laporan kendaraan sampai stag, berhenti. Kami sudah atur petugas agar akses keluar pelabuhan diatur. Padat tetapi tidak sampai macet,” tandasnya.

Simak Video “Fortuner Terguling di Tol Indralaya-Prabumulih KM 35, Tak Ada Korban Jiwa
[Gambas:Video 20detik]
(iws/gsp)

source